Jelang Ramadan, Baznas Kampanyekan Tagline Zakat Menguatkan Indonesia

Budi Pekerti
Konferensi Pers Program Ramadan Baznas 2026, Zakat Menguatkan Indonesia" yang digelar di Gedung Baznas RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengangkat tagline Zakat Menguatkan Indonesia untuk tahun 2026. Kampanye tagline tersebut juga digencarkan menjelang  bulan  Ramadan tahun ini. Tagline tersebut menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam menjawab berbagai tantangan di Indonesia, mulai dari kemiskinan hingga penanganan bencana.

Hal tersebut mengemuka pada “Konferensi Pers Program Ramadan Baznas 2026, Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Gedung Baznas RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Semangat Kolektif

Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam menjadikan zakat sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.

 

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Sebagai contoh, Kiai Noor menyoroti peran zakat dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak. Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Baca juga  ‎5 Persiapan Penting Menyambut Bulan Ramadan, Ini Pesan Gus Mikh dari Banjarnegara

 

Kedermawanan Meningkat di Ramadan

Sejalan dengan itu, Kiai Noor menilai, semangat kedermawanan masyarakat Indonesia cenderung meningkat menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Pada momentum tersebut, zakat, infak, dan sedekah menjadi mesin penggerak kesejahteraan bagi berbagai lapisan masyarakat.

 

Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, arah kebijakan BAZNAS pada 2026 akan difokuskan pada penguatan respons kebencanaan, mulai dari tahap tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. “Sejumlah program pemulihan pascabencana sudah kami siapkan dan sebagian telah berjalan, di antaranya Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, serta Kembali ke Masjid,” jelasnya.

Daerah Risiko Bencana

Ia juga menyoroti sejumlah wilayah yang masih menghadapi risiko bencana tinggi, seperti di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berbasis zakat. “Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Baca juga  Jelang Ramadan 2026, Pemprov Pastikan Harga Pangan Stabil di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

 

Selain kebencanaan, jelas Kiai Noor, Baznas  juga akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menguatkan Indonesia dari akar rumput.

 

Kiai Noor berharap, tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” dapat menjadi seruan bersama bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu memperkuat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.