Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah dikenal luas sebagai lokasi lembaga pemasyarakatan kelas tinggi. Akan tetapi di sisi timur pulau yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, terdapat peninggalan sejarah yang tak kalah menarik: Benteng Karangbolong.
Situs bersejarah tersebut harus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi oleh kalian para pencinta sejarah, budaya, maupun petualangan.
Sejarah Benteng Karangbolong: Saksikan Jejak Kolonial Belanda
Benteng Karangbolong dibangun pada abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai salah satu bagian dari sistem pertahanan pantai untuk melindungi Pelabuhan Cilacap dari ancaman serangan laut.
Benteng ini menjadi saksi bisu peristiwa sejarah penting bagaimana masa pemerintahan Hindia Belanda memperkuat pertahanan pesisir selatan Pulau Jawa.
Struktur bangunan benteng yang kuat dengan tembok tebal, banyak ruangan, dan menara pertahanan menunjukkan kecanggihan arsitektur militer pada masa itu.
Beberapa bagian benteng masih menyisakan lorong-lorong, ruang komandan, ruang meriam, serta sisa parit pertahanan yang dulu dimaksudkan untuk menghambat laju musuh.
Meskipun beberapa bagian, saat ini telah rusak atau tertutup akar dan pepohonan, bentuk aslinya masih memberikan gambaran tentang keautentikan strategi pertahanan kolonial Belanda di Nusakambangan.
Akses dan Rute Menuju Benteng Karangbolong
Untuk mencapai Benteng Karangbolong, pengunjung harus menempuh perjalanan via laut dan darat dari Cilacap:
1. Menuju Pantai Teluk Penyu — Titik awal perjalanan adalah Pantai Teluk Penyu, salah satu lokasi pelabuhan utama di Cilacap. Dari kota Cilacap bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua atau mobil dalam waktu singkat dari pusat kota.
2. Penyeberangan ke Pulau Nusakambangan — Dari Teluk Penyu, wisatawan menyeberang menggunakan perahu sewaan ke dermaga kecil di bagian timur Pulau Nusakambangan. Biaya penyeberangan ini bervariasi, umumnya berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 40.000 per orang untuk tiket pulang-pergi bahkan sekali perjalanan saja, tergantung negosiasi dan fasilitas (info dapat berubah tergantung penyedia jasa lokal waktu kunjungan).
3. Perjalanan Darat Ringkas — Setelah mendarat di pulau, jalur trekking sekitar 30 menit dari Pantai Karangbolong melalui jalur hutan tropis akan membawa pengunjung ke lokasi benteng. Perjalanan ini menawarkan sensasi petualangan sambil menikmati lanskap alam Nusakambangan yang masih asri.
Jam Operasional dan Fasilitas
Benteng Karangbolong sendiri dapat diakses sepanjang hari (tidak ada jam tutup resmi), namun rata-rata mulai pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIB.
Selain itu, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga sore untuk kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Di area benteng, fasilitas yang tersedia terbilang sederhana. Sarana seperti tempat ibadah (mushola) dan fasilitas sanitasi dasar tersedia, namun warung makan dan tempat berteduh masih terbatas.
Bagi Anda yang ingin berkunjung, disarankan membawa bekal makanan, minuman, dan perlengkapan pribadi sebelum memulai perjalanan.
Daya Tarik, Tantangan, dan Tips Kunjungan
Dikenal sebagai benteng terkuat pada masanya, situs bersejarah seluas 12 hektar ini dilengkapi menara napoleon dan ruang bawah tanah, berfungsi melindungi pelabuhan Cilacap, serta berdekatan dengan Pantai Pasir Putih.
Benteng Karangbolong merupakan magnet bagi pecinta sejarah dan fotografi. Struktur klasik kolonial, lorong-lorong tersembunyi, dan pemandangan laut selatan yang luas memberikan latar visual yang dramatis.
Trekking ringan dari dermaga ke benteng juga menambah sensasi dan nuansa petualangan tersendiri.
Meski begitu, pengunjung dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut:
* Persiapkan fisik dengan baik — Trek hutan bisa menantang terutama pada cuaca panas.
* Gunakan alas kaki yang proper — Medan yang berbatu dan tanah bisa licin setelah hujan.
* Patuhi aturan keselamatan — Pantai selatan memiliki arus kuat, jadi hindari bermain air dekat benteng.
Wisata Sejarah yang Membangun Wawasan
Benteng Karangbolong bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga saksi sejarah yang menggambarkan dinamika pertahanan kolonial di pesisir selatan Jawa.
Wisata ini menawarkan pengalaman edukatif dan petualangan yang memadukan sejarah, alam, dan budaya di satu perjalanan.
Bagi Kalian para pembaca yang ingin memperluas wawasan tentang sejarah Indonesia sambil menikmati keindahan alam Nusakambangan, menapaki jejak benteng ini layak menjadi agenda utama dalam daftar destinasi wisata sejarah di Cilacap.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



