Final Liga 4 Jateng akan mempertemukan Persak Kebumen vs Persibangga Purbalingga. Partai puncak final Liga 4 Jateng akan dilaksanakan pada Senin (16/2/2026) mulai pukul 15.00 WIB di Stadion Jatidiri Semarang.
Pertandingan ini akan jadi ajang adu taktik antara pelatih Persak Gatot Barnowo dan pelatih Persibangga Purbalingga Imran Amirullah. Jika menilik ke belakang, dua sosok ini bukan kaleng-kaleng. Gatot langganan trofi, sementara Imran pernah berjaya saat menjadi pemain.
Nama Gatot memang harum di kancah sepak bola Jawa Tengah. Dulu di tahun 2011, Gatot pernah membawa Persap (nama lama Persibangga) jadi juara Divisi II Nasional. Saat itu, Persap juara setelah di final mengalahkan Persekat Waropen 2-1.
Gatot juga pernah membawa PSCS Cilacap juara ISC B. ISC B adalah ajang yang digelar ketika sepak bola Indonesia disanksi FIFA. ISC B diikuti tim kasta kedua. Di akhir 2016, PSCS mampu juara ISC B setelah mengalahkan PSS dengan skor 4-3.
Tahun 2022, Gatot sukses membawa Persip Kota Pekalongan juara Liga 3 Jateng. Saat itu kasta terbawah masih bernama Liga 3, belum ada Liga 4. Lalu di tahun 2024, Gatot kembali membawa Persip juara Liga 3 Jateng setelah mengalahkan Persibangga 1-0.
Kini Gatot kembali ke final di ajang Liga 4 Jateng. Gatot kini bersama Persak Kebumen.
Sementara Imran Amirullah pernah menjadi asisten pelatih di PSM Makassar mulai 2010. Dia tentu banyak belajar dari bosnya kala itu seperti Raja Isa, Robert Rene Albert, Petar Segrt.
Menjadi asisten pelatih tim sebesar PSM tentu adalah pengalaman yang sangat berharga bagi Imran. Sebelum menjadi pelatih, dia pernah bermain di beberapa klub.
Salah satu yang diingat publik adalah ketika dia menjadi bagian PSIS Semarang ketika juara di tahun 1999. Saat itu PSIS juara Liga Indonesia usai mengalahkan Persebaya Surabaya 1-0. Kala itu di awal kompetisi, Imran bukan pilihan utama Edy Paryono. Edy pelatih PSIS kala itu lebih memilih kakak dari Gendut Doni yakni Deftendi sebagai gelandang.
Tapi ketika fase krusial di babak 10 besar, Imran mulai menjadi pemain inti PSIS. Imran menjadi nyawa permainan lini tengah PSIS bersama Ali Sunan dan Belanda Timothy. Maka, stadion Jatidiri Semarang bukan tempat asing bagi Imran.
Dia pernah merumput di Jatidiri baik saat membela PSIS atau sebelumnya ketika main di BPD Jateng. Di Jatidiri, di masa lalu, Imran mendapatkan kejayaan bersama PSIS. Apakah dia juga akan mendapatkan kejayaan di Jatidiri bersama Persibangga di final Liga 4 Jateng? Kita tunggu saja.
Final Liga 4 Jateng, Perjuangan Kedua Kubu
Persak dan Persibangga memang berjuang dengan keras untuk bisa sampai ke final Liga 4 Jateng. Persak memulai liga dengan hasil buruk. Mereka kalah dari Persik Kendal.
Tapi kekalahan itu melecut Persak untuk lebih baik. Sampai akhirnya Persak bisa sampai ke final. Persak setidaknya membalikkan keadaan ketika tidak diunggulkan saat melawan Persibas dan PSIR. Tapi Persak bisa melewati ujian tersebut dan melaju ke final Liga 4 Jateng.
Persibangga juga dengan gagah melewati lawan-lawannya. Bahkan melawan tim tangguh, Persibangga bisa berbicara banyak. Misalnya saja mengalahkan Persibas Banyumas 4-1 dan mengalahkan Persik Kendal dua kali dengan skor 1-0.
Ketika kalah di leg pertama semifinal melawan Persiharjo, Persibangga mampu bangkit. Membalas kekalahan dan menang adu penalti.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



