GUBERNUR Ahmad Luthfi turun langsung memimpin kerja bakti penanganan longsor Ungaran di Perumahan Delta Asri, Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (17/2/2026). Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa perbaikan akses penghubung antar-RW yang terputus harus diselesaikan dalam waktu maksimal satu pekan.
Menurutnya, percepatan penanganan longsor Ungaran menjadi prioritas, karena akses tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas warga. Ia meminta proses kajian teknis yang dilakukan dinas terkait tidak berlarut-larut.
“Dari PUPR sudah melakukan kajian. Saya minta jangan terlalu lama. Masyarakat menunggu agar RW satu dengan lainnya kembali terhubung,” tegasnya saat didampingi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.
Sinergi Pemda, TNI-Polri hingga Relawan Jadi Kunci Penanganan Longsor Ungaran
Penanganan longsor Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana di Jawa Tengah. Unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Tagana, Tim Reaksi Cepat (TRC), hingga masyarakat setempat bergerak bersama di lokasi terdampak.
Gubernur bahkan ikut terlibat langsung dalam kerja bakti bersama warga dan relawan di lokasi longsor Ungaran. Ia juga menyempatkan diri sarapan bersama masyarakat, serta meminta kegiatan dihentikan sejenak agar seluruh petugas dapat makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
“Bentuk hadirnya negara adalah bagaimana semua komponen masyarakat bersama-sama menyelesaikan persoalan. Tidak boleh saling menyalahkan. Ini problem solving bersama,” ujarnya.
Mitigasi Diperkuat, OPD Diminta Bergerak Otomatis
Selain fokus pada penanganan darurat, Pemprov Jawa Tengah memperkuat langkah mitigasi bencana. Koordinasi dilakukan hingga tingkat kabupaten/kota, termasuk dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait modifikasi cuaca.
Pemetaan wilayah rawan longsor, tanah bergerak, banjir, hingga rob juga terus diperbarui. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik bencana berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan spesifik dan respons cepat.
Ia memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng bergerak otomatis ketika bencana terjadi, tanpa harus menunggu instruksi berulang.
“Begitu ada tanggap bencana, OPD provinsi langsung turun sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ini soal kerja tim dan kolaborasi,” katanya.
Bantuan Logistik dan Rehabilitasi Lahan Disalurkan
Dalam penanganan longsor di Delta Asri, berbagai bantuan telah digelontorkan. Pemerintah Kabupaten Semarang mengerahkan crane untuk menurunkan karung pasir dan mengangkat beton jembatan yang roboh.
Sementara itu, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan berupa bibit pohon untuk rehabilitasi lahan, 100 sepatu boots bagi relawan, 100 paket sembako dari Baznas untuk warga terdampak, 200 Al-Qur’an, bantuan beras senilai Rp2,7 juta, serta logistik lain senilai Rp6,28 juta.
Langkah cepat ini diharapkan mampu segera memulihkan konektivitas antarwilayah serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak longsor di Ungaran Timur.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




