MOMENTUM bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banjarnegara bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara resmi membuka program Pesantren Ramadan 1447 Hijriah.
Program Pesantren Ramadan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan rutan, sekaligus wujud sinergi antara instansi pemasyarakatan dan Kementerian Agama dalam membentuk karakter warga binaan.
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi dari Kemenag. Menurutnya, pembinaan spiritual selama Ramadan merupakan fondasi penting dalam proses pemasyarakatan.
“Melalui Pesantren Ramadan ini, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan momentum bulan suci untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat nilai moral dan akhlak sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Dodik.
Program Pembinaan Pesantren Ramadan: Al-Qur’an hingga Pelatihan Pemulasaran Jenazah
Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara, Sukarno, menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan berkelanjutan di Rutan Banjarnegara. Ia menyebut, kegiatan pesantren Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi proses pembentukan karakter yang sistematis dan berkelanjutan.
Adapun rangkaian program yang akan dilaksanakan selama Ramadan meliputi:
- Pembelajaran dan pendalaman Al-Qur’an
- Pembinaan tata cara ibadah
- Penguatan karakter dan akhlak
- Pelatihan pemulasaran jenazah sebagai keterampilan keagamaan praktis
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyentuh sisi spiritual sekaligus memberikan bekal keterampilan keagamaan yang bermanfaat. Harapannya, ini menjadi titik balik bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik,” katanya.
Pembinaan Humanis untuk Reintegrasi Sosial
Pembukaan Pesantren Ramadan 1447 H ditandai secara simbolis sebagai awal dari rangkaian pembinaan keagamaan selama bulan suci. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan antusias dari para warga binaan.
Melalui kolaborasi ini, Rutan Banjarnegara menegaskan komitmennya bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan moral. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat proses reintegrasi sosial warga binaan secara lebih optimal dan humanis.
Pesantren Ramadan di Rutan Banjarnegara menjadi bukti bahwa bulan suci bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




