Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Dari Sampah Jadi Rupiah, Pemuda Banjarnegara Ubah Daun Nangka Kering Jadi Karya Seni
BanjarnegaraEkonomiRagam

Dari Sampah Jadi Rupiah, Pemuda Banjarnegara Ubah Daun Nangka Kering Jadi Karya Seni

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 13 Desember 2025 11:16
Syarif TM
Membagikan
Karya seni dari daun nangka kering
Ismail, saat menunjukkan karya seni yang terbuat dari daun nangka kering. (dok.Kominfo)
Membagikan

SIAPA Sangka, daun nangka kering yang kerap dianggap sampah ternyata bisa berubah menjadi karya seni bernilai jual. Di tangan Ismail, seniman muda asal Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, daun nangka kering tersebut disulap menjadi lukisan wajah tokoh-tokoh nasional yang diminati hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Contents
  • Dari Iseng Lihat Banyak Daun Nangka Kering
  • Butuh 1 sampai 3 Jam Ubah Daun Nangka Kering Jadi Karya Seni

Berbeda dengan seniman pada umumnya yang menggunakan kanvas atau kertas, Ismail justru memanfaatkan daun nangka kering sebagai media utama. Keunikan inilah yang membuat karya-karyanya memiliki daya tarik tersendiri di mata para pecinta seni.

Saat ditemui di rumah sederhananya yang berdiri di tepi tebing, Ismail tampak tekun mengerjakan selembar daun nangka kering. Meski lantai rumahnya masih berupa tanah, dinding-dindingnya dipenuhi lukisan wajah tokoh nasional, salah satunya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dari Iseng Lihat Banyak Daun Nangka Kering

Ismail mengungkapkan, ide melukis di atas daun kering berawal dari keisengannya melihat banyak daun nangka yang berserakan di sekitar rumah. Dari sekadar mencoba, aktivitas tersebut justru berkembang menjadi karya seni yang terus ia tekuni hingga sekarang.

Baca juga  Tahan Imbang Persikama 1-1, Persibara Banjarnegara Gagal Raih Poin Penuh di Laga Perdana

“Awalnya saya melukis di sandal. Karena di sekitar rumah banyak daun nangka, saya coba di daun kering. Ternyata bisa dicukil membentuk wajah, dan ternyata juga ada yang tertarik,” ungkap Ismail.

Proses pembuatan lukisan ini terbilang sederhana namun membutuhkan ketelitian. Ismail terlebih dahulu membuat sketsa di atas daun kering, kemudian mencungkil bagian tertentu hingga membentuk pola wajah. Setelah itu, daun disemprot cat pilox untuk mempertegas warna sebelum akhirnya dibingkai.

Proses daun nangak kering
Ismail, saat membuat karya seni dengan media daun nangka kering. (dok.kominfo)

Butuh 1 sampai 3 Jam Ubah Daun Nangka Kering Jadi Karya Seni

Menariknya, satu karya lukisan hanya membutuhkan waktu antara satu hingga tiga jam. Namun jika daun robek atau terjadi kesalahan saat proses pencukilan, ia harus mengulang dari awal.

“Kalau prosesnya lancar, satu sampai tiga jam sudah jadi. Tapi kalau robek, ya harus mulai lagi dari awal,” katanya.

Bakat seni Ismail diketahui menurun dari sang ayah yang juga berprofesi sebagai pelukis. Berkat keunikan medianya, karya lukisan daun kering ini kini telah dipesan oleh pembeli dari berbagai kota, seperti Medan, Bali, Yogyakarta, hingga daerah lainnya. Pemasaran dilakukan secara mandiri melalui media sosial.

Baca juga  Longsor Plipiran Tutup Jalur Alternatif ke Dieng Banjarnegara

Untuk satu karya lukisan daun kering, Ismail membanderol harga yang relatif terjangkau, yakni Rp100 ribu per lukisan. Dalam sebulan, ia mampu menerima pesanan sekitar 10 hingga 15 karya.

“Pesanan rata-rata sebulan sekitar 10 sampai 15. Ke depan saya ingin mencoba media daun jati karena ukurannya lebih lebar,” katanya.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegaraLukisan Daun Nangkasampah jadi rupiah
Artikel Sebelumnya Alat Kelamin Viral! Pria Pamer Alat Kelamin di Cilacap, Polisi Bertindak Cepat
Artikel Selanjutnya 10 kunci memperbaiki diri 10 Kunci Memperbaiki Diri agar Nasihat Didengar Orang Lain, Bukan Cuma Jago Ceramah! 10 Kunci Memperbaiki Diri agar Nasihat Didengar Orang Lain, Bukan Cuma Jago Ceramah!
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?