Terjadi Di Pekuncen. Sedang Asik Mokel, Seorang Remaja Dihajar oleh Akamsi

Besari
Tangkapan layar vidio unggahan akun Instagram @purwokerto24jam_

Sebuah vidio berisi adegan pemukulan tengah viral di dunia maya. Pemukulan dilakukan oleh seorang remaja, kepada remaja lain yang seusia.

Berdasarkan narasi dalam vidio, aksi pemukulan dilakukan, lantaran dua orang remaja makan ditempat umum pada siang hari, disaat bulan puasa.

Vidio tersebut tersebar dibeberapa akun Instagram, salah satunya @purwokerto24jam_ yang kolaborasi dengan akun lainnya.

Dalam vidio tersebut, ada dua orang remaja tengah makan nasi bungkus di tempat terbuka. Kemudian didatangi oleh sejumlah remaja lain.

Setelah melakukan makian, dari kelompok remaja yang datang itu, salah satunya meluncurkan pukulan ke bagian kepala, pada salah satu remaja yang sedang makan.

Remaja yang memukul itu merasa tidak terima wilayahnya dijadikan tempat membatalkan puasa atau mokel.

Aksi itu mendapatkan reaksi dari para warganet, yang menilai aksi tersebut berlebihan dan keterlaluan. Setidaknya postingan itu terdapat 8000 lebih komentar.

Diketahui, peristiwa ini terjadi di Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah menelusuri identitas para remaja yang terlibat dalam video itu.

Baca juga  Kemenag Banyumas Dorong Pesantren Jadi "Community Economy Hub" Melalui Program Kemandirian

“Awalnya Polsek mendapat informasi tentang video viral tersebut, kemudian melakukan penyelidikan mengenai orang-orangnya dan tempat lokasinya ternyata di Wilayah Pekuncen,” kata AKP Slamet saat dimintai konfirmasi, Sabtu (21/2/2026).

Kepada petugas, kedua remaja tersebut mengaku terpaksa makan karena tidak kuat menahan haus dan lapar saat berpuasa.

“Kemudian kami menemui korban. Terus kita tanya motifnya, korban orang Desa Pekuncen karena tidak tahan berpuasa kemudian makan di lapangan desa Pasiraman Kidul,” katanya.

Saat sedang makan itulah, mereka didatangi oleh sekelompok remaja setempat yang merasa keberatan jika desa mereka dijadikan tempat untuk melanggar aturan puasa.

“Korban didatangi remaja Pasiraman Kidul untuk tidak membuat desanya tidak baik dengan tidak puasa. Itu pelajar semua, masih muda muda. Yang melakukan pemukulan 1. Kejadiannya pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026,” kata Kapolswk.

AKP Slamet Husein menjelaskan, saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian dengan mengedepankan upaya perdamaian di bawah umur.

“Sementara masih penyelidikan para pelaku dan nanti akan di restoratif justice karena masih muda muda ingat masa depan anaknya,” kata dia.

Baca juga  Kolaborasi Komunitas Banyumas di “Sumatera We Care” Sukses Gaet Simpati Masyarakat

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!