GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan dua paket preservasi jalan provinsi yang menghubungkan kawasan ekonomi dan wisata strategis di Jawa Tengah. Dua ruas tersebut yakni Parakan–Temanggung–Patean–Kendal dan Wonosobo–Dieng–Banjarnegara, yang diproyeksikan memperkuat konektivitas ekonomi sekaligus mendukung sektor pariwisata menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Peresmian dipusatkan di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Kehadiran infrastruktur yang lebih mantap ini dinilai krusial karena menjadi penghubung sentra ekonomi antarwilayah serta akses utama menuju kawasan wisata dataran tinggi Dieng.
Anggaran Rp25 Miliar Lebih untuk Dua Ruas Vital
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran signifikan untuk peningkatan kualitas dua jalur tersebut.
- Ruas Parakan–Patean sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp15,29 miliar.
- Ruas Wonosobo–Dieng sepanjang 3,925 kilometer dengan anggaran Rp9,75 miliar.
Pekerjaan dilaksanakan mulai Juli hingga Desember 2025, meliputi pelapisan ulang (overlay) dua lapis dan pengerasan bahu jalan guna meningkatkan daya tahan serta keselamatan pengguna.
Menurut Ahmad Luthfi, proyek ini merupakan bagian dari total 2.440,12 kilometer jalan provinsi yang telah ditingkatkan dalam kondisi mantap.
“Infrastruktur jalan ini kita anggarkan pada 2025 dan mayoritas selesai pada Desember. Ini bagian dari komitmen menghadirkan jalan provinsi yang layak dan aman,” ujarnya.
Dukung Wisata Dieng dan Distribusi Hasil Pertanian
Ruas Wonosobo–Dieng menjadi akses utama menuju kawasan wisata Dieng, salah satu destinasi unggulan Jawa Tengah. Sementara ruas Parakan–Patean berperan penting dalam mendukung mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dari wilayah hulu ke pusat ekonomi kabupaten maupun ke Kabupaten Kendal.
Gubernur menegaskan, pemantapan jalan provinsi bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga bagian dari pemenuhan layanan dasar masyarakat dan pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Jalan provinsi harus menjamin keselamatan lalu lintas, memperlancar perekonomian kabupaten/kota, dan mendukung swasembada pangan,” katanya.
Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026
Jawa Tengah dikenal sebagai simpul utama arus mudik nasional. Karena itu, Ahmad Luthfi meminta seluruh jajaran terkait memastikan kondisi jalan provinsi maupun kabupaten/kota dalam keadaan optimal.
“Jawa Tengah adalah pusat arus mudik. Pastikan semua jalan mantap dan tidak menimbulkan keluhan masyarakat,” katanya.
Langkah ini dinilai strategis untuk meminimalkan potensi kemacetan maupun kecelakaan saat mobilitas meningkat signifikan menjelang Lebaran.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Ngadirejo, Muhammad Abdillah Al Kafi, menyampaikan apresiasi atas perbaikan ruas Parakan–Patean yang dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.
Sebelumnya, saat proyek masih berlangsung, Gubernur bersama Bupati Temanggung Agus Setyawan juga meninjau langsung lokasi pengerjaan. Respons cepat pemerintah provinsi dalam menangani kerusakan jalan turut diapresiasi masyarakat setempat.
Dengan rampungnya dua jalur strategis ini, konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah semakin kuat. Selain memperlancar arus barang dan orang, peningkatan infrastruktur ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mendongkrak kunjungan wisata.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




