Pasar Ramadan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi dibuka kembali sejak Jumat (20/2/2026). Perhelatan tahunan yang menjadi ikon belanja takjil ini dijadwalkan akan memeriahkan suasana sepanjang bulan suci Ramadan.
Antusiasme tahun ini terlihat meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Setidaknya, terdapat 350 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut berpartisipasi menjajakan aneka produk kuliner dan kebutuhan berbuka puasa di area kampus.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, nilai transaksi di Pasar Ramadan UMP mampu menyentuh angka Rp2,5 hingga Rp3 miliar hingga akhir pelaksanaan.
Untuk tahun ini, pihak universitas optimistis angka tersebut dapat kembali tercapai atau bahkan terlampaui. “Mudah-mudahan tahun ini rezeki para pelaku UMKM semakin lancar dan berkah. Silakan belanja di pedagang UMKM yang ada di UMP, ini bagian dari ikhtiar kita bersama menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.
Ada yang berbeda pada gelaran Pasar Ramadan UMP-BI kali ini, yakni penguatan ekosistem pembayaran non-tunai melalui QRIS. Pengunjung kini dapat bertransaksi dengan praktis melalui pemindaian kode QR tanpa perlu menggunakan uang tunai (cashless).
Menurut Prof. Jebul, penerapan QRIS merupakan langkah nyata dalam mendukung literasi keuangan digital yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Selain kepraktisan bagi pembeli, sistem ini membantu para pelaku UMKM dalam mencatat transaksi secara lebih akurat dan transparan.
“Ini bentuk adaptasi UMKM terhadap model pembayaran kekinian. Harapannya, pelaku usaha semakin siap bersaing dan naik kelas,” ujarnya.
Tak hanya soal digitalisasi, kualitas produk juga menjadi prioritas. Seluruh kuliner yang dipasarkan telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan aspek kehalalannya.
“Kalau sudah halal, artinya juga melampaui standar kesehatan. Jadi warga bisa lebih tenang saat membeli makanan untuk berbuka,” kata Jebul.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




