38,71 Juta Pemudik Bakal Masuk Jateng, Pemprov Siapkan Titik Pantau CCTV, Posko Arus Mudik, Hingga Ramp Check

Syarif TM
Kepala Dishub Jateng memprediksi akan ada 38,71 juta orang mudik ke Jawa Tengah saat Lebaran 2026. Pemprov Jateng siapkan posko H-8 hingga H+7, pemantauan CCTV, dan ramp check ketat demi kelancaran arus mudik. (dok. Pemprov Jateng)

JELANG Lebaran tahun 2026, Jawa Tengah kembali menjadi magnet utama arus mudik Lebaran tahun ini. Berdasarkan survei nasional, sebanyak 38,71 juta orang diperkirakan pulang kampung ke provinsi ini.

Melihat kondisi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Mulai dari pendirian posko terpadu Idulfitri, hingga inspeksi keselamatan kendaraan umum secara menyeluruh.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan angka 38,71 juta pemudik tersebut merupakan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan.

“Secara nasional, lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama,” ujarnya.

Secara internal, Dishub Jateng memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan melintas dan masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode mudik.

Baca juga  Program Gas Jateng 5 Persen, Diskon Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Berlaku Hingga Desember

Posko Arus Mudik Lebaran Beroperasi H-8 hingga H+7

Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, posko Lebaran akan beroperasi lebih panjang, mulai H-8 atau 13 Maret hingga H+7, yakni 30 Maret 2026.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026. Oleh sebab itu, pemantauan akan diperketat di sejumlah titik rawan kepadatan.

Titik Pantau CCTV dan Jalur Rawan Kepadatan

Pemantauan dilakukan melalui CCTV di pusat keramaian dan jalur strategis, antara lain:

  • Pasar Gombong
  • Simpang Ketanggungan
  • Simpang Lingkar Bumiayu
  • Simpang Wangon
  • Simpang Buntu
  • Simpang Bawen
  • Exit Tol Prambanan
  • Kawasan wisata Bandungan
  • Simpang Dieng
  • Bayeman–Purbalingga

Selain arus lalu lintas, perangkat pengindera jarak jauh juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca. Mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih cukup tinggi, faktor cuaca menjadi perhatian khusus.

Akses CCTV daring nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time sebelum melakukan perjalanan.

Kemantapan Jalan dan Perbaikan Infrastruktur

Dishub Jateng juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memastikan kondisi jalan provinsi tetap mantap.

Baca juga  Angin Kencang saat Dini Hari Terjadi di Petukgawemulyo Kebumen, Kandang Sapi Rusak

Perbaikan aspal yang mengalami penurunan kualitas akibat curah hujan terus dilakukan agar tidak membahayakan pengguna jalan saat arus mudik memuncak.

Ramp Check Ketat: Kendaraan Tak Laik Jalan Dilarang Beroperasi

Selain kesiapan infrastruktur, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Dishub memastikan inspeksi kendaraan atau ramp check dilakukan secara ketat.

Pemeriksaan berlaku untuk:

  • Bus umum
  • Armada mudik gratis Pemprov Jateng
  • Terminal Tipe B (dikelola provinsi)
  • Terminal Tipe A (dikelola pemerintah pusat)

“Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Kalau berangkat 28 Maret, maka dicek 27 Maret. Jika tidak laik, pasti tidak jalan,” kata Arief.

Pengawasan juga diperluas ke titik rawan dan kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.

Data Nasional Pergerakan Pemudik 2026

Dalam rilis Kementerian Perhubungan, pergerakan terbesar pemudik berasal dari:

  • Jawa Barat: 30,97 juta orang
  • DKI Jakarta: 19,93 juta orang
  • Jawa Timur: 17,12 juta orang

Sementara itu, tujuan arus mudik terbesar adalah:

  1. Jawa Tengah: 38,71 juta orang
  2. Jawa Timur: 27,29 juta orang
  3. Jawa Barat: 25,09 juta orang
Baca juga  Bulan Dana PMI Kabupaten Banjarnegara Tembus 1,7 Miliar

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi menjadi pilihan utama (76,24 juta orang), disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang).

Pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol, sedangkan pengguna sepeda motor cenderung melalui jalur alternatif nonutama.

Imbauan Keselamatan bagi Pemudik

Arief mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.

Bagi pengguna kendaraan umum, pastikan armada telah melalui ramp check dan dinyatakan laik jalan. Sementara bagi pemudik dengan kendaraan pribadi, kondisi fisik pengemudi dan kendaraan harus benar-benar prima.

“Siapkan kesehatan, cek kendaraan, dan taati aturan lalu lintas. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.

Dengan persiapan matang dan pengawasan ketat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan pemudik.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!