Syarikat Islam di Banjarnegara Gelar Haul Akbar HOS Tjokroaminoto: Refleksi Perjuangan dan Tantangan Zaman

Syarif TM
Para pengurus SI Banjarnegara saat melakukan ziarah ke makam tokoh syarikat islam di Banjarnegara dalam haul HOS Tjokroaminoto. (dok. SI Bna)

MOMENTUM 10 Ramadan menjadi hari penuh makna bagi keluarga besar Syarikat Islam (SI). Pada 10 Ramadan tahun 1934, Haji Oemar Said Tjokroaminoto, tokoh sentral pergerakan nasional wafat dan meninggalkan warisan pemikiran kebangsaan yang terus dikenang hingga kini.

Untuk memperingati momen tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam Banjarnegara menggelar Haul Akbar yang dirangkai dengan ziarah makam, sarasehan sejarah, hingga pengajian akbar. Kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang konsolidasi ideologis dan refleksi arah gerakan organisasi di tengah dinamika sosial modern.

Ketua DPC SI Banjarnegara, Musobihin, menegaskan bahwa kader SI memiliki tanggung jawab moral dan ideologis untuk melanjutkan nilai perjuangan sang guru bangsa.

“Kami ingin kader terus berpegang pada trilogi SI: semurni-murni tauhid, setinggi-tinggi ilmu, dan sepandai-pandai siasat. Itu bukan slogan, tetapi pedoman gerak,” ujarnya.

Ziarah Serentak di Kecamatan, Menguatkan Ikatan Sejarah

Rangkaian Haul Akbar diawali dengan ziarah makam yang digelar serentak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Salah satu titik ziarah berlangsung di kompleks makam Pacean, Pungkuran, Gayam.

Baca juga  Relawan Sibat PMI Madukara Galang Rp 15 Juta untuk Korban Longsor Situkung

Di lokasi tersebut, jajaran pengurus SI berziarah ke makam Oten Pardikin Partoadiwjoyo, yang dikenal sebagai Ketua Partai Syarikat Islam Indonesia Kabupaten Banjarnegara pada era 1930-an. Sosok ini disebut memiliki keterkaitan historis dengan Tjokroaminoto, terutama ketika tokoh pergerakan itu kerap singgah ke Banjarnegara dalam agenda konsolidasi organisasi.

Kegiatan ziarah ini menjadi simbol kesinambungan sejarah, sekaligus pengingat bahwa perjuangan organisasi tidak lahir dalam ruang kosong, melainkan melalui proses panjang lintas generasi.

Banjarnegara, Basis Strategis Awal Perkembangan SI

Haul Akbar kemudian ditutup dengan sarasehan dan pengajian akbar yang digelar di MI Cokroaminoto 2 Majalengka, Kecamatan Bawang. Dalam forum tersebut, sejarawan sekaligus Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Banjarnegara, Heni Purwono, memaparkan jejak historis Tjokroaminoto di wilayah tersebut.

Menurutnya, Banjarnegara termasuk salah satu basis strategis awal perkembangan Syarikat Islam di Jawa. Cabang SI Banjarnegara diresmikan langsung oleh Tjokroaminoto pada 28 Desember 1913 dan berkembang cukup pesat.

Dalam arsip Kongres SI tahun 1917 di Batavia (kini Jakarta), jumlah anggota SI Banjarnegara tercatat lebih dari 11 ribu orang di bawah kepemimpinan Haji Ihsan. Sementara di wilayah Purwareja Klampok, keanggotaannya mencapai sekitar 6 ribu orang.

Baca juga  Tim KIP Jateng Lakukan Monev di Banjarnegara, Ini Hasilnya

“Angka itu menunjukkan pengaruh SI telah menjangkau masyarakat pedesaan sejak awal abad ke-20,” katanya.

Jangan Terjebak Glorifikasi Sejarah

Meski memiliki catatan sejarah gemilang, Heni mengingatkan agar organisasi tidak terjebak pada romantisme masa lalu. Sejarah, menurutnya, adalah modal sosial yang harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ia menilai, penguatan lembaga pendidikan yang dimiliki SI dapat menjadi strategi utama untuk menjaga kesinambungan nilai perjuangan. Dengan jaringan yang menjangkau hingga pelosok desa, SI dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penguatan karakter dan literasi generasi muda.

“Sejarah itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana nilai tersebut diaktualisasikan dalam konteks kekinian,” katanya.

Refleksi Peran di Era Modern

Melalui Haul Akbar ini, Syarikat Islam Banjarnegara tidak hanya mengenang Tjokroaminoto sebagai tokoh besar bangsa, tetapi juga melakukan refleksi kolektif atas peran organisasi di era modern.

Peringatan 10 Ramadan menjadi pengingat bahwa warisan perjuangan bukan sekadar narasi masa lampau. Ia adalah energi moral dan intelektual untuk membangun gerakan yang adaptif, progresif, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga  Permudah Layanan Hukum Warga, Pemkab Banjarnegara Gandeng Pengadilan Agama

Dengan semangat tersebut, Syarikat Islam Banjarnegara berkomitmen menjaga kesinambungan nilai perjuangan sekaligus menjawab tantangan zaman secara lebih kontekstual.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.