Waspada! Ini 69 Titik Jalur Mudik Jateng-DIY Rawan Macet dan Bencana Saat Lebaran 2026

Nestya Zahra
69 titik jalur mudik Jateng-DIY rawan macet dan bencana saat Lebaran 2026. BBPJN petakan 46 titik macet dan 23 titik banjir-longsor, siapkan 18 posko dan alat berat. (dok. Pemprov Jateng)

MENJELANG arus mudik Lebaran 2026, kewaspadaan menjadi kunci, untuk itu perlu adanya pemetaan jalur rawan macet dan bencana. Di wilayah Jawa Tengah dan DIY, terdapat 69 titik di jalur nasional yang berhasil dipetakan sebagai lokasi rawan macet dan bencana.

Titik-titik ini tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan yang setiap tahun dipadati jutaan pemudik.

Data tersebut dirilis oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan pada periode H-3 hingga H+3 Lebaran.

46 Titik Rawan Macet, Jalur Pantura Jadi Sorotan

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa 46 titik rawan kemacetan didominasi kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

Jalur Pantura disebut sebagai koridor paling krusial karena menjadi penghubung utama kendaraan dari arah barat ke timur Pulau Jawa, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota. Kepadatan diperkirakan melonjak signifikan menjelang puncak arus mudik.

Baca juga  Guberbur Jateng Terbitkan Pergub Pesantren, Ini Keuntungannya

Beberapa titik rawan macet yang diprediksi padat antara lain berada di kawasan perkotaan dan akses strategis di wilayah Semarang, Brebes, hingga perbatasan kabupaten di jalur selatan.

“Seluruh titik rawan macet dan bencana sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujarnya.

23 Titik Rawan Banjir dan Longsor, Jalur Selatan Perlu Diwaspadai

Selain titik rawan macet, terdapat juga 23 titik rawan bencana yang terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.

Titik Rawan Banjir

Beberapa ruas yang memiliki riwayat genangan antara lain:

  • Jalan Kaligawe, Semarang
  • Ruas Sayung perbatasan Semarang–Demak
  • Jalan Walisongo
  • Sejumlah titik di jalur Pantura Kendal
  • Pemuda Brebes
  • Prupuk – Batas Tegal/Banyumas
  • Sidareja – Simpang 3 Jeruklegi
  • Sampang – Buntu
  • Klampok – Banjarnegara
  • Lingkar Selatan Klaten
  • Palur – Sragen

Sebagian besar berada di dataran rendah dengan potensi banjir akibat hujan deras maupun rob.

Titik Rawan Longsor

Wilayah perbukitan di jalur selatan juga menjadi perhatian, terutama di:

  • Batas Jawa Barat – Karangpucung – Wangon
  • Ajibarang/Wangon
  • Wangon – Batas Banyumas/Cilacap
  • Patikraja – Rawalo
  • Batas Kota Banjarnegara – Wonosobo
Baca juga  Kartu Zilenial, Kartu Serba Gratis Anak Muda Resmi Diluncurkan, Apa Saja Fungsinya

Karakteristik tanah labil dan kontur terjal meningkatkan risiko longsor saat curah hujan tinggi.

18 Posko Siaga dan 4 Unit Alat Berat Disiapkan

Untuk mempercepat respons darurat, BBPJN Jateng-DIY menyiapkan 18 posko Lebaran di sepanjang jalur nasional strategis. Posko ini dilengkapi personel teknis serta alat berat untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan.

Empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) juga disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta. Peralatan yang tersedia meliputi excavator, wheel loader, motor grader, dump truck, asphalt finisher, hingga rangka jembatan darurat bentang 30 meter.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan kesiapan infrastruktur provinsi dalam menyambut jutaan pemudik.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini menjadi salah satu tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

Jawa Tengah sendiri memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan mencapai 94 persen. Tahun 2026 difokuskan pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik.

Baca juga  Yayasan Yudhoyono & Mochamad Thohir Serahkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Korban Tanah Longsor Pandanarum

Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Mudik

Dengan lonjakan jutaan pergerakan manusia dan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir serta longsor, koordinasi lintas sektor menjadi kunci kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Pemudik diimbau untuk:

  • Memantau informasi lalu lintas secara berkala
  • Menghindari perjalanan pada puncak arus jika memungkinkan
  • Memastikan kondisi kendaraan prima
  • Waspada terhadap potensi hujan lebat di jalur selatan

Kesiapan infrastruktur dan respons cepat di lapangan kini menjadi faktor penentu keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik tahun ini.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!