KOMITMEN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempercepat intervensi harga pangan menjelang puncak Ramadan dan Idulfitri 2026 terus dilakukan, termasuk dengan mengintegrasikan Gerakan Pangan Murah (GPM), layanan Spesialis Keliling (Speling), serta penyaluran bantuan sosial dalam satu lokasi pelayanan.
Pada kegiatan terpadu yang dilaksanakan di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, total subsidi harga pangan yang digelontorkan pemerinrah mencapai Rp111 juta.
Gubernur Ahmad Luthfi turun langsung meninjau kegiatan gerakan pangan murah. Kunjungan dilakukan usai memantau perbaikan ruas jalan Semarang–Godong yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Di lokasi, gubernur menyerahkan bantuan modal usaha dan cadangan pangan, sekaligus berdialog dengan warga yang memanfaatkan layanan Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ia menegaskan, integrasi program dilakukan agar masyarakat memperoleh berbagai layanan dalam satu waktu dan satu tempat.
“Kita punya Speling, agar masyarakat mau datang maka kita tempelkan juga gerakan pangan murah, penyaluran bantuan, dan lainnya. Intinya kami ingin memberikan layanan yang mudah dan murah kepada masyarakat,” ujarnya.
308 Operasi Pasar Digelar, Harga Pangan Setara Produsen
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menyebut sepanjang Februari hingga Maret 2026, Pemprov Jateng telah menggelar sedikitnya 308 kali GPM di berbagai daerah, termasuk Grobogan.
Skema yang diterapkan berupa fasilitasi distribusi, mulai dari subsidi transportasi, kemasan, hingga bongkar muat. Dengan mekanisme ini, komoditas dapat dijual setara harga produsen dan lebih rendah dibanding harga pasar.
“Fokusnya bahan pokok. Kami juga melibatkan UMKM dan BUMDes supaya masyarakat mendapatkan harga lebih murah, khususnya harga di tingkat produsen,” jelas Rini.
Di Grobogan, komoditas yang disalurkan meliputi:
- Beras SPHP 2 ton senilai Rp22,4 juta
- Beras premium 2 ton senilai Rp25 juta
- Telur 500 kilogram senilai Rp13,5 juta
- Minyak goreng 1.000 liter senilai Rp15,7 juta
- Bawang merah 100 kilogram senilai Rp3,5 juta
- Bawang putih 100 kilogram senilai Rp3,4 juta
- Cabai 100 kilogram senilai Rp6,5 juta
- Gula pasir 1 ton senilai Rp16 juta
- Komoditas lain senilai Rp5 juta
Total subsidi harga pangan yang tersalurkan mencapai Rp111 juta. Pembelian bersifat fleksibel sesuai kebutuhan warga.
“Pembelian bebas sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak harus membeli semua, cukup yang diperlukan,” katanya.
Layanan Speling dan Cek Kesehatan Gratis Tembus 2,5 Juta Jiwa
Selain stabilisasi harga pangan, sektor kesehatan juga menunjukkan capaian signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 28 Februari 2026, layanan Speling telah dilaksanakan sebanyak 957 kali di 414 kecamatan pada 35 kabupaten/kota dengan total sasaran 93.599 jiwa.
Sementara itu, realisasi Cek Kesehatan Gratis mencapai 2.523.102 jiwa atau 95,77 persen dari total 2.634.599 pendaftar.
Integrasi GPM, Speling, dan bantuan sosial menjadi strategi terpadu Pemprov Jawa Tengah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan, terutama menjelang lonjakan konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri.
Langkah percepatan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memastikan masyarakat menyambut Lebaran 2026 dengan kondisi ekonomi dan kesehatan yang lebih terjaga.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




