Permintaan Penting Sumanto terkait Infrastruktur di Jateng Jelang masa Mudik 

Djamal SG
Ketua DPRD Jateng Sumanto (berpeci berkacamata) saat rakor terkait jelang Idulfitri. (dok DPRD Jateng)

Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta Pemprov terkait pentingnya kesiapan infrastruktur jalan dan antisipasi titik rawan bencana pada masa mudik Idulfitri 2026. Dia juga mendorong pihak terkait menyediakan informasi perjalanan secara real time untuk membantu para pemudik.

Sumanto mengatakannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah menjelang Hari Raya Idulfitri di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (9/3/2026).

“Kesiapan infrastruktur jalan saya rasa menjadi hal utama yang harus jadi prioritas agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Terlebih, banyak jalan yang rusak akibat dampak cuaca ekstrem akhir-akhir ini,” katanya.

Dia menambahkan, kondisi jalan menjadi faktor utama yang menentukan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama mudik dan balik. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan seluruh ruas jalan dalam kondisi baik. Kondisi itu termasuk mempercepat perbaikan jalan berlubang, penanganan titik rawan kecelakaan, serta pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang memadai.

“Perbaikan jalan yang rusak serta penanganan titik rawan kecelakaan perlu segera diselesaikan sebelum puncak arus mudik,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar tersebut.

Baca juga  Sumanto Ajak Petani Lebih Inovatif untuk Tingkatkan Penghasilan

Sumanto Singgung Antisipasi Bencana

Selain infrastruktur jalan, Sumanto juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di jalur mudik. Potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, maupun pohon tumbang perlu di mitigasi. Instansi terkait diminta menyiapkan langkah mitigasi dan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

“Cuaca yang masih berpotensi ekstrem perlu diantisipasi bersama. Kita harus memastikan ada kesiapsiagaan di titik-titik rawan bencana agar jika terjadi gangguan di jalur mudik dapat segera ditangani,” ujar Sumanto.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, Jateng selama ini masih menjadi tujuan utama para pemudik. Data menunjukkan, pada Lebaran tahun ini diperkirakan sebanyak 38,71 juta orang bakal mudik ke Jawa Tengah. Provinsi ini menjadi daerah dengan arus mudik tertinggi di Indonesia atau lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama. Maka, sinergitas antar lembaga menjadi penting untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman.

Respons Gubernur Jateng

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kelancaran distribusi pangan agar tidak terjadi kemacetan maupun penumpukan yang berpotensi memicu kenaikan harga dan inflasi. Ia juga meminta ketersediaan energi seperti elpiji dan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap terjaga di pangkalan maupun SPBU.

Baca juga  Izin Tambang di Wilayah Jateng Akan Dikaji Ulang Demi Lindungi Hutan

“Distribusi pangan harus lancar, jangan sampai ada penumpukan. Harga juga harus terkendali supaya tidak memicu inflasi. Untuk energi seperti elpiji dan BBM, stok harus tersedia di pangkalan dan SPBU,” katanya.

Terkait infrastruktur, Luthfi menyebut kondisi jalan provinsi saat ini telah mencapai sekitar 95 persen dalam kondisi baik. Namun, dia meminta bupati dan wali kota segera mengecek kondisi jalan di wilayah masing-masing untuk memastikan kesiapan menghadapi arus mudik.

“Saya minta kepada bupati dan wali kota untuk segera turun ke lapangan dan mengoordinasikan semua pemangku kepentingan. Jika ada kendala segera koordinasikan dengan provinsi,” ujarnya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.