Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi, Jateng Siaga Kemacetan hingga Bencana

Nestya Zahra
Gubernur Jateng saat meresmikan posko terpadu untuk pantaua arus mudik Lebaran 2026. (Pemprov Jateng)

POSKO terpadu lebaran 2026 di Jawa Tengah resmi beroperasi, aktifasi posko terpadu ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik yang diperkirakan mencapai 17,7 juta pemudik.

Posko terpadu tersebut mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026 dan berfungsi sebagai pusat koordinasi pengamanan serta pelayanan selama periode mudik dan arus balik Idulfitri.

Peresmian posko dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, posko terpadu ini menjadi pusat komando yang mengoordinasikan berbagai pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Posko Terpadu Mudik Siaga 24 Jam untuk Tangani Situasi Darurat

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, keberadaan Posko Terpadu sangat penting untuk menangani berbagai potensi masalah yang muncul selama arus mudik dan balik Lebaran.

Baca juga  Jelang Mudik Lebaran 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Perbaikan Jalan Clear

Posko tersebut akan memantau berbagai kondisi darurat di jalur mudik, mulai dari kemacetan lalu lintas, kendaraan mogok, kecelakaan, hingga pemudik yang mengalami gangguan kesehatan.

“Pos terpadu, pos pengamanan, dan pos pelayanan sejatinya dibuat untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh petugas harus siaga selama 24 jam guna memantau pergerakan arus kendaraan serta mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode mudik.

Tidak hanya itu, posko juga akan memantau potensi bencana alam di sejumlah wilayah rawan seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir yang kerap terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah saat musim hujan.

Meski fokus pada pelayanan masyarakat, Luthfi juga mengingatkan agar keselamatan petugas tetap menjadi prioritas.

“Sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat, pastikan anggota kita aman dan nyaman terlebih dahulu. Kalau petugas siap, pelayanan kepada pemudik juga akan maksimal,” katanya.

Pemprov Tingkatkan Fasilitas Berdasarkan Evaluasi Mudik 2025

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan sejumlah peningkatan fasilitas mudik berdasarkan evaluasi penyelenggaraan mudik tahun 2025.

Baca juga  Dua Pekan Menuju Idulfitri, Stok Pangan Dipastikan Aman, Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Penambahan kantong parkir di rest area tol.
  • Penyediaan fasilitas toilet tambahan di titik peristirahatan.
  • Pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah jalur.
  • Penambahan rambu portabel pada jalur alternatif.

Selain itu, pemerintah juga memperluas penggunaan aplikasi pemantau lalu lintas agar masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi jalan secara lebih cepat dan akurat.

Gubernur juga mengingatkan petugas untuk meningkatkan kewaspadaan di jalur selatan Jawa Tengah, yang masih memiliki keterbatasan penerangan jalan.

“Petugas di jalur selatan harus lebih waspada karena penerangan masih minim. Perlu ditambah rambu penunjang agar pengendara tetap aman,” katanya.

Diprediksi 17,7 Juta Pemudik Masuk Jawa Tengah

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebutkan jumlah pemudik yang menuju Jawa Tengah pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 17,7 juta orang.

Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sekitar 13 juta pemudik.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Posko Terpadu akan beroperasi selama 24 jam dengan tiga sistem shift petugas yang melibatkan berbagai instansi.

Baca juga  Siagakan SPBU, Pastikan Pasokan BBM Aman Selama Arus Mudik Lebaran 2026

Beberapa instansi yang terlibat di antaranya:

  • Polda Jawa Tengah
  • Basarnas
  • Jasa Marga
  • BMKG

Selain itu, Dinas Perhubungan juga mengaktifkan lebih dari 350 anggota kelompok masyarakat sadar keselamatan untuk membantu pemantauan di titik-titik yang jauh dari jangkauan petugas.

Sebagai bagian dari sistem pemantauan lalu lintas, pemerintah juga telah memasang 10 titik kamera pengawas (CCTV) yang terhubung dengan sistem pemantauan milik kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dengan fasilitas tersebut, masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas di daerah tujuan sebelum melakukan perjalanan mudik.

“Pemudik bisa mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten atau kota tujuan sebelum berangkat,” katanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.