KKP Siagakan Mitigasi Kebakaran Kapal di Pelabuhan Cilacap Jelang Lebaran

Faiz Ardani
Nelayan saat melakukan simulasi pemadaman kebakaran kapal dengan kapal pemadam. (Faiz Ardani).

Untuk mengantisipasi potensi kebakaran kapal menjelang meningkatnya aktivitas pelabuhan saat Lebaran, petugas menggelar apel siaga dan simulasi penanggulangan kebakaran di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini melibatkan jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, petugas pelabuhan, serta para nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Cilacap.

Simulasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan aktivitas kapal nelayan yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya. Dalam kegiatan itu, berbagai peralatan pemadam kebakaran khusus kapal turut disiapkan untuk mendukung latihan penanganan keadaan darurat di pelabuhan.

Dalam skenario latihan, petugas mempraktikkan penanganan kebakaran kapal yang sedang bersandar di dermaga. Tim gabungan terlihat menggunakan perlengkapan pemadam kebakaran, termasuk fireman equipment, untuk memadamkan api dengan cepat.

Simulasi ini juga menggambarkan proses koordinasi antarpetugas dalam menangani insiden kebakaran di area pelabuhan, mulai dari deteksi awal hingga proses pemadaman.

Baca juga  Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Hantui Perairan Cilacap hingga 12 Januari

Melalui kegiatan tersebut, pihak pelabuhan berharap kesiapsiagaan petugas dan nelayan dapat semakin meningkat sehingga risiko kebakaran kapal di kawasan pelabuhan dapat diminimalkan. Apalagi, kepadatan kapal biasanya meningkat menjelang Lebaran, sehingga langkah mitigasi menjadi hal penting untuk menjaga keselamatan aktivitas perikanan di pelabuhan.

 

Apel Siaga Hadapi Lonjakan Aktivitas Kapal

Sebelum simulasi dimulai, kegiatan diawali dengan apel siaga yang dipimpin langsung oleh Direktur Perizinan Kenelayanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ukon Ahmad Furkon. Apel tersebut diikuti jajaran PPS Cilacap serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Menurut Ukon, apel siaga dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kedatangan kapal nelayan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Memang salah satu puncak kedatangan kapal di Indonesia biasanya terjadi menjelang Lebaran, terutama di wilayah Pulau Jawa,” ujar Ukon.

Ia menjelaskan, kegiatan serupa tidak hanya digelar di Cilacap, tetapi juga dilakukan secara serentak di sejumlah pelabuhan perikanan lain di Indonesia.

“Apel siaga ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah seperti Tegal, Indramayu di Karangsong, Pati, dan sejumlah wilayah lainnya,” jelasnya.

Baca juga  104 Paket Proyek Pengairan Digarap PSDA Cilacap di 2026, Anggaran Rp 29,1 Miliar

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan memiliki kesiapan menghadapi potensi risiko, termasuk kebakaran kapal.

 

Pastikan Fasilitas dan Petugas Siap Siaga

Ukon menambahkan, apel siaga juga menjadi momentum untuk mengecek kesiapan fasilitas serta koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam penanganan kondisi darurat.

Dalam kegiatan ini, sejumlah instansi turut dilibatkan, mulai dari KKP, Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas pemadam kebakaran.

“Potensi kebakaran dan berbagai kemungkinan lainnya kita simulasikan. Tujuannya untuk memastikan seluruh fasilitas dan petugas benar-benar siap siaga,” ungkapnya.

Ia menegaskan, langkah mitigasi tersebut penting dilakukan agar pelayanan di pelabuhan tetap berjalan optimal sekaligus mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

“Kalaupun nanti terjadi sesuatu, kita sudah siap sejak awal melalui upaya mitigasi dan pencegahan,” katanya.

 

Cuaca Buruk Picu Penumpukan Kapal

Ukon juga menyinggung kondisi cuaca di awal tahun yang masih dipengaruhi musim angin barat. Situasi tersebut membuat banyak kapal nelayan memilih bersandar di pelabuhan karena kondisi laut kurang bersahabat.

Baca juga  Muara Keci Cilacap, Spot Sunset Gratis yang Mulai Diminati Warga Lokal

Akibatnya, aktivitas kapal yang berada di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap menjadi lebih padat dibandingkan biasanya.

“Mudah-mudahan setelah Lebaran, seiring perubahan cuaca, sebagian besar kapal sudah mulai kembali melaut sehingga aktivitas pelabuhan bisa kembali optimal,” pungkasnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!