Si Polan, Inovasi Digital untuk Kawal Perjalanan Pemudik Polda Jateng

Syarif TM
Si Polan, Inovasi Digital untuk Kawal Perjalanan Pemudik Polda Jateng. (dok. Pemprov Jateng)

PUNCAK arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 besok. Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan, Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan berbagai strategi pengamanan, termasuk menghadirkan aplikasi “Si Polan” sebagai asisten perjalanan digital bagi para pemudik.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi inovasi tersebut sebagai langkah maju dalam mendukung kelancaran arus mudik. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan memberikan pengalaman mudik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Dengan Si Polan, penyambutan pemudik di Jawa Tengah diharapkan bisa berjalan lebih lancar dan lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya saat meninjau kesiapan pengamanan di Gerbang Tol Kalikangkung, bersama Kapolri dan Kapolda Jateng, Senin (16/3/2026).

Aplikasi “Si Polan” Jadi Asisten Perjalanan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo menjelaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini mengusung konsep safety dan hospitality melalui Operasi Ketupat Candi 2026.

Baca juga  Percepat Pembangunan, Pemprov Jateng Berlakukan SOTK Baru

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Travel Assistant Corridor (TAC) yang terintegrasi dalam aplikasi “Si Polan”. Aplikasi ini dirancang sebagai pendamping digital pemudik, mulai dari informasi jalur, layanan darurat, hingga interaksi langsung dengan petugas.

“Kami ingin pemudik merasa lebih dekat dengan Polri. Bahkan desain komunikasi dalam aplikasi dibuat se-sopan mungkin agar nyaman digunakan,” katanya.

211 Pos Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra, menyebutkan bahwa total 211 pos telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Pos tersebut terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu yang tersebar di titik-titik strategis.

Selain itu, jalur mudik di Jawa Tengah dibagi menjadi lima klaster utama, yakni jalur Pantura, tol, jalur tengah, jalur selatan-selatan, serta jalur penghubung selatan Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dikatakannya, pada arus mudik dan arus balik kali ini, ada sekitar 25 rest area yang disiapkan di sepanjang ruas tol guna menunjang kenyamanan pemudik. Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, seperti sistem ganjil genap, one way lokal, hingga one way nasional.

Baca juga  Jadi Simpul Mudik Lebaran 2026, 17,7 Juta Pemudik Diproyeksikan Masuk Jateng

Kepadatan diprediksi terjadi di ruas KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang–Solo. Jika volume kendaraan melampaui 3.000 unit per jam, skema one way lokal dari KM 422 hingga Bawen akan diberlakukan.

Prediksi Lonjakan Kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah, memproyeksikan jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung menuju Semarang mencapai sekitar 68.900 unit pada puncak arus mudik.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 73.900 unit.

Kapolri: Kesiapan Pengamanan Sudah Optimal

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menilai kesiapan pengamanan mudik di Jawa Tengah telah berjalan optimal berkat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pengelola jalan tol.

Ia juga menyoroti kehadiran aplikasi “Si Polan” sebagai inovasi yang melengkapi layanan darurat 110 yang telah lebih dulu tersedia.

“Persiapan rekayasa lalu lintas hingga inovasi digital sudah dirancang dengan baik. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal dan angka kecelakaan dapat ditekan,” ujarnya.

Baca juga  Siagakan SPBU, Pastikan Pasokan BBM Aman Selama Arus Mudik Lebaran 2026

Usai peninjauan, Kapolri bersama jajaran juga menyempatkan diri menyapa para pemudik di Gerbang Tol Kalikangkung serta membagikan paket bekal perjalanan.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!