Akses Stasiun Purwokerto Kian Mudah: Bupati Resmikan Integrasi Trans Banyumas di Pintu Barat

Besari
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, saat meresmikan layanan Trans Banyumas di pintu barat kawasan Stasiun Purwokerto, Jumat (27/03/2026). (Besari) 

Konektivitas transportasi di Kabupaten Banyumas memasuki babak baru. Kini, layanan bus Trans Banyumas resmi beroperasi hingga ke area dalam Stasiun Purwokerto melalui akses pintu barat. Langkah strategis ini bertujuan mempermudah mobilitas penumpang kereta api yang membutuhkan sambungan transportasi publik yang praktis.

Peresmian rute ini dilakukan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, pada Jumat (27/3/2026). Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama PT KAI Daop 5 Purwokerto telah melakukan uji coba pada Rabu (18/3/2026) guna memastikan kesiapan integrasi antarmoda tersebut.

Bupati Sadewo menegaskan bahwa penyatuan layanan ini adalah upaya nyata untuk menghadirkan transportasi yang murah dan efisien bagi warga.

‘”Harapan Saya nanti tidak hanya Trans Banyumas, apakah Trans Jateng dari Purbalingga bisa juga masuk ke sini, pasti masyarakat akan lebih senang, karena tugas kita kan sebagai pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, saat meresmikan layanan Trans Banyumas di pintu barat kawasan Stasiun Purwokerto, Jumat (27/03/2026). (Besari) 
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, saat meresmikan layanan Trans Banyumas di pintu barat kawasan Stasiun Purwokerto, Jumat (27/03/2026). (Besari)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemudahan berpindah moda transportasi ini diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi, yang pada akhirnya berdampak positif pada pengurangan kemacetan dan polusi udara. Tak hanya soal mobilitas, integrasi ini diyakini akan memicu pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga  Viral! Rangkaian KA Terguyur Hujan Deras di Stasiun Purwokerto, Ini Penjelasan Resmi dari KAI Daop 5

“Selain itu integrasi juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah. Akses transportasi yang semakin baik akan membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi di Kabupaten Banyumas. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengguna transportasi, tapi juga oleh masyarakat secara luas,” ucapnya.

Sadewo juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan BUMN dalam mengembangkan fasilitas publik.

“Ke depan kami berharap integrasi ini dapat terus dikembangkan, baik dari sisi jangkauan layanan, kenyamanan maupun kualitas fasilitas yang tersedia,” kata dia.

Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Mohamad Aie Fathurrochman, menyambut baik inisiatif ini sebagai syarat kemajuan sebuah kota.

“Dan alhamdulillah integrasi antar moda transportasi yang dicita-citakan dapat jua terwujud di Banyumas, yaitu di stasiun Purwokerto. Dan semangat dari dibukanya halte pintu barat ini adalah semangat integrasi,” ungkapnya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, saat meresmikan layanan Trans Banyumas di pintu barat kawasan Stasiun Purwokerto, Jumat (27/03/2026). (Besari) 
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, saat meresmikan layanan Trans Banyumas di pintu barat kawasan Stasiun Purwokerto, Jumat (27/03/2026). (Besari)

Saat ini, terdapat tiga koridor utama yang melayani akses Pintu Barat Stasiun Purwokerto:

Koridor Rute Utama Konektivitas Lanjutan

Koridor 1 Ajibarang – Pasar Pon – Stasiun Purwokerto – Kota Terhubung ke Koridor 2 (Unsoed, Baturraden, Alun-alun)

Baca juga  Liga 4 Jateng: Persibas Banyumas Bisa Dikudeta Sehari dari Puncak Klasemen

Koridor 3A Terminal Bulupitu – Tanjung – Stasiun – UMP – Bulupitu Terhubung ke Koridor 4 (Banyumas Kota Lama)

Koridor 3B UMP – Beji – Unwiku – Stasiun – Terminal Bulupitu Terhubung ke Trans Jateng (Purbalingga) & Koridor 4

Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memantau posisi bus secara real-time melalui aplikasi Mitra Darat atau papan elektronik di area drop off.

“Untuk waktu tunggu antarbus berkisar antara 15-20 menit,” ucapnya.

Untuk sistem pembayaran, Trans Banyumas sepenuhnya menerapkan sistem nontunai (cashless) menggunakan kartu e-toll, QRIS, maupun ponsel berfitur NFC.

“Tarif berkisar di Rp 3.900 untuk umum dan tarif khusus Rp 2.000 berlaku untuk anak-anak, pelajar, mahasiswa, lansia dan disabilitas yang menggunakan pembayaran dengan etoll yang telah didaftarkan,” pungkas Ipoeng.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!