Jalur utama Ajibarang–Pekuncen dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi sorotan akibat serangkaian insiden kecelakaan lalu lintas.
Merespons kejadian tersebut, warga Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, berinisiatif menggelar doa bersama pada Minggu (10/5/2026) malam. Aksi spiritual ini dilakukan untuk memohon keselamatan bagi pengguna jalan serta kedamaian bagi wilayah desa yang berbatasan langsung dengan jalur nasional yang padat.
Namun, di balik riuhnya deru mesin kendaraan di jalur utama, Desa Ciberung menyimpan kekayaan sejarah kepemimpinan yang panjang serta pesona alam yang menawarkan ketenangan “ayem” bagi siapa saja yang menepi sejenak.
Rekam Jejak Sejarah: Dari Kademangan Pasiraman hingga Era Digital
Sejarah Desa Ciberung merupakan catatan perjalanan kepemimpinan yang dinamis. Dimulai pada tahun 1895, Ki Puspa diutus dari Kademangan Pasiraman untuk memimpin wilayah yang saat itu masih mencakup Desa Cikawung dan berada di bawah wilayah kerja Kecamatan Pekuncen.
Meski berasal dari luar, Ki Puspa menetap di Ciberung (sekarang wilayah RT 03 RW 02), menjadikannya pemimpin pertama yang meletakkan fondasi desa.
Transformasi besar terjadi di era Ki Wangsadipa (1905-1924), putra daerah pertama yang memimpin. Pada masanya, Ciberung dibagi menjadi dua wilayah: Ciberung Lor dan Ciberung Kidul.
Kelak, Ciberung Lor berubah nama menjadi Desa Cikawung, sementara Ciberung Kidul tetap menjadi Desa Ciberung.
Nama dan wilayah administratif yang kita kenal sekarang baru mulai tetap di bawah kepemimpinan Ki Sasrasugina (1924-1930), yang menaungi lima dusun utama: Wanarata, Ciberung, Durendampit, Sentong, dan Kalikesik.
Setiap pemimpin meninggalkan warisan infrastruktur yang vital:
* Ki Kartadikrama (1930-1943): Mendirikan gedung SD Negeri 01 Ciberung.
* Bapak Daslam Harso Sumarto (1943-1950): Membangun jembatan strategis menuju wilayah Gumelar.
* Bapak Kartameja (1950-1977): Pemimpin terlama yang membangun Balai Desa (dahulu lumbung desa) serta berbagai jembatan antar-grumbul.
* Era Modern (1980-an hingga 2000-an): Di bawah kepemimpinan Bapak Tasiwan, Bapak Bambang Tasyadi, hingga Bapak Budi Raharjo, Desa Ciberung mulai tersentuh aspal jalan dan jaringan listrik, bahkan hingga ke grumbul terpencil seperti Sentong dan Kalikesik.
Saat ini, di bawah kepemimpinan Sigit Pramono, masa jabatan beliau resmi diperpanjang hingga tahun 2026 berdasarkan SK Bupati Banyumas. Di era ini, Dana Desa dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan balai desa, talud, hingga sistem air bersih PAMSIMAS.
Profil Wilayah dan Kehidupan Agraris yang Kental
Secara geografis, Desa Ciberung adalah desa yang mandiri dengan luas wilayah yang didominasi lahan pertanian. Berbatasan dengan Desa Pekuncen di utara dan Desa Kracak di selatan, desa ini menjadi penghubung penting menuju Darmakradenan.
Berdasarkan data 2022, desa ini dihuni oleh 4.351 jiwa dari 1.382 Kepala Keluarga.
Uniknya, ekonomi warga tidak hanya bergantung pada padi, tetapi juga peternakan tradisional.
Sistem nggadu sapi (bagi hasil) masih lestari, di mana warga membesarkan ternak milik orang lain untuk kemudian berbagi keuntungan.

Menariknya, warga Ciberung tetap mempertahankan cara tradisional dalam memelihara bebek dengan sistem angon di sawah, tanpa adanya peternakan ayam negeri skala besar, yang menjaga ekosistem desa tetap alami.
Wisata Alam: Permata Tersembunyi di Tepian Jalur Utama
Hanya berjarak beberapa meter dari bisingnya truk dan bus jalur Ajibarang–Bumiayu, pengunjung akan menemukan sisi lain Ciberung yang asri:
1. Wisata Alam Pedesaan: Hamparan sawah hijau yang luas dengan latar perbukitan yang menyegarkan mata, terutama saat pagi hari.
2. Jalur Sepeda dan Healing: Jalanan desa yang telah halus (warisan pengaspalan sejak era 90-an) sangat nyaman untuk bersepeda santai atau sekadar berjalan kaki menikmati udara bersih tanpa polusi.
3. Ketenangan “Ayem”: Ciberung menawarkan kontras yang luar biasa; antara kecepatan kendaraan di jalan raya dan ketenangan hidup masyarakat di balik perbukitan.
Potensi Alam yang Menyenangkan
Desa Ciberung bukan sekadar titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai, melainkan sebuah desa dengan sejarah kepemimpinan yang kuat dan potensi alam yang menenangkan.
Melalui doa bersama warga dan pembangunan berkelanjutan, Ciberung terus bertransformasi menjadi desa yang tidak hanya aman bagi pelintas, tetapi juga nyaman bagi mereka yang ingin mencari kedamaian di jantung Banyumas.
Bagi Anda yang sedang melintas menuju Bumiayu atau Purwokerto, sempatkanlah menepi sejenak di Desa Ciberung. Rasakan udara segarnya, dan biarkan pesona alamnya memulihkan energi Anda.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
Â
Â



