Pesona Bunga Tabebuya Bermekaran Indah di Menara Teratai Purwokerto

Kurnia
Bunga Tabebuya yang mulai bermekaran di Menara Teratai Purwokerto pada awal Mei 2026 ini. (Foto: Dok Seputar Banyumas)

Pemandangan estetik kini kembali menghiasi wajah Kota Purwokerto. Bunga Tabebuya yang berada di sepanjang koridor Jalan Bung Karno, atau yang akrab disapa warga lokal sebagai kawasan DA (Dalan Anyar/Jalan Baru, red), mulai bermekaran dengan sempurna.

Fenomena ini menciptakan atmosfer unik yang memadukan kemegahan arsitektur modern dengan keindahan alami pohon hias asal Brasil tersebut.

Keindahan “Sakura” Jawa di Kawasan Wisata Jalan Bung Karno

Kawasan Jalan Bung Karno kini menjadi pusat perhatian berkat mekarnya bunga-warna kuning cerah yang berjejer rapi. Kehadiran bunga ini menambah daya tarik deretan objek wisata yang ada di kawasan tersebut.

Selain Menara Pandang Teratai yang menjadi ikon utama, pengunjung juga dapat menikmati suasana di sekitar Madhang Maning Park serta area luas di sekitar Kolam Retensi.

Baca juga  Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Integrasi antara ruang terbuka hijau dengan fasilitas publik ini membuat kawasan DA menjadi destinasi favorit warga untuk berolahraga sore atau sekadar bersantai.

Guguran kelopak bunga di sepanjang pedestrian Jalan Bung Karno memberikan kesan romantis, memperkuat identitas Purwokerto sebagai kota yang asri dan ramah bagi pejalan kaki.

Sejarah dan Transformasi Bunga Tabebuya di Purwokerto

Keindahan Bunga Tabebuya di Purwokerto merupakan hasil konsistensi penghijauan kota yang dimulai sejak tahun 2018. Saat itu, Jalan Jenderal Soedirman mulai dihiasi oleh pepohonan ini dan sempat viral karena keindahannya yang dinilai mirip dengan Bunga Sakura di Jepang.

Sejarah penanaman ini bermula dari kawasan Pasar Wage, kemudian berlanjut ke titik-titik strategis lainnya seperti perempatan Srimaya atau Kebondalem, area Pendopo Wakil Bupati, hingga ke Stasiun Timur.

Keberhasilan penataan di pusat kota tersebut kemudian direplikasi ke wilayah lain, termasuk Jalan Gerilya hingga pedestrian di koridor Jalan Pungkuran–Mruyung yang berada di kawasan Kota Lama Banyumas.

Kini, keberadaan Tabebuya telah menjadi salah satu identitas visual yang melekat pada lanskap perkotaan di Kabupaten Banyumas.

Baca juga  Persibas Banyumas vs Persikaba Blora Hasilkan Rp168 Juta dari Tiket Penonton

Bulan Apa Bunga Tabebuya Berbunga?

Secara umum, Bunga Tabebuya akan berbunga saat memasuki musim kemarau atau pada masa peralihan cuaca.

Namun, waktu pemekaran dapat bervariasi di setiap lokasi tergantung pada kondisi mikroklimat setempat.

Tahun ini, Bunga Tabebuya yang ditanami oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudagaran di Kawasan Kota Lama Banyumas, terpantau sudah bermekaran lebih awal pada April 2026.

Sementara itu, untuk kawasan perkotaan seperti Menara Teratai Purwokerto, fenomena bunga mekar ini baru mulai muncul dan mencapai puncaknya pada awal bulan Mei ini.

Perbedaan waktu mekar ini memberikan kesempatan lebih lama bagi masyarakat Banyumas untuk menikmati estetikanya di lokasi yang berbeda secara bergantian.

Tips Menikmati Momen Mekar Bunga Tabebuya

* Pilih Waktu yang Tepat: Datanglah pada pagi hari sekitar pukul 06.30 – 08.00 WIB atau sore hari pukul 16.00 WIB untuk mendapatkan pencahayaan alami terbaik bagi hasil foto Anda.
* Eksplorasi Kawasan DA: Selain berfoto di bawah pohon, manfaatkan fasilitas publik di sekitarnya seperti joging di Madhang Maning Park atau menikmati pemandangan air di Kolam Retensi.
* Keamanan Berkendara: Gunakan fasilitas kantong parkir resmi di kawasan Menara Teratai. Hindari berhenti atau memarkir kendaraan di badan jalan utama karena dapat mengganggu arus lalu lintas Jalan Bung Karno.
* Jaga Kebersihan: Tetap jaga kelestarian pohon dengan tidak memetik bunga dan pastikan tidak meninggalkan sampah di area pedestrian agar keasrian kota tetap terjaga.

Baca juga  Warga Kuwarasan Hilang Misterius di Pantai Suwuk Kebumen, Warga Hanya Temukan Sepeda Motor

Bukti Nyata Penataan Ruang Terbuka Hijau

Keindahan Tabebuya di Menara Teratai ini menjadi bukti bahwa penataan ruang terbuka hijau yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi visual kota sekaligus menjadi sarana rekreasi murah meriah bagi masyarakat.

Purwokerto kini tidak hanya dikenal dengan mendoan dan Baturraden-nya, tetapi juga dengan pesona bunga tropisnya yang memukau.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.