Ribuan Warga Saksikan Kirab Budaya Puncak Hari Jadi Banjarnegara ke-455, 5 Gunungan Jadi Sorotan

Syarif TM
Ribuan masyarakat siap untuk berebut gunungan dalam kirab budaya hari jadi Banjarnegara ke 455 tahun 2026. (Syarif/SB)

RIBUAN warga masyarakat ikut menyaksikan kirab budaya yang menjadi puncak peringatan hari jadi Banjarnegara ke 455 tahun 2026 yang digelar pada Kamis, (2/4/2026). Ribuan warga berjubal memenuhi sepanjang jalan yang digunakan untuk kibar budaya bersama dengan 5 gunungan.

Pelaksanaan kirab budaya ini merupakan bagian dari rangkayan hari jadi Banjarnegara yang diperingati setiap tanggal 26 Februari. Namun karena saat itu masuk bulan ramadan, maka pelaksanaan kirab budaya dan gunungan hari jadi Banjarnegara dilakukan pada 2 April 2026.

Penyesuaian Jadwal Kirab Budaya karena Ramadan, Antusiasme Tetap Tinggi

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal kirab budaya peringatan hari jadi ini dilakukan karena saat 26 Februari bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan persiapan Idulfitri.

Baca juga  20 Penari Bima Siap Meriahkan Kirab Budaya Hari Jadi Banjarnegara ke-455

“Kami bersyukur seluruh rangkaian tetap berjalan lancar. Partisipasi masyarakat yang luar biasa menunjukkan kuatnya rasa memiliki terhadap Banjarnegara,” ujarnya.

Kirab 5 Gunungan Sarat Makna Filosofis

Salah satu daya tarik utama dalam perayaan ini adalah kirab lima gunungan hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran.

Menurut Bupati Amalia, jumlah lima memiliki makna filosofis sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan potensi alam Banjarnegara.

Selain itu, lima gunungan tersebut juga merepresentasikan potensi unggulan dari lima eks-kawedanan di wilayah Banjarnegara. “Ini adalah upaya nyata untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Rute Kirab Diubah, Jangkauan Hiburan Lebih Luas

Pada perayaan tahun ini, rute kirab mengalami penyesuaian. Langkah tersebut diambil untuk mengakomodasi masukan masyarakat agar kemeriahan acara dapat dirasakan lebih luas.

Dengan perubahan rute ini, masyarakat dari berbagai titik dapat menikmati jalannya kirab secara lebih dekat.

Tak Sekadar Pesta, Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menegaskan bahwa perayaan hari jadi bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi.

Baca juga  Polres Banjarnegara Bedah Rumah Milik Tukinah di Ampelsari

Momentum ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor informal.

“Kita ingin perayaan ini menjadi pemicu semangat bersama untuk membangun Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera,” kata Bupati.

Rangkaian Acara Berlanjut hingga Festival Ebeg

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, menyampaikan bahwa kemeriahan tidak berhenti di puncak acara.

Setelah kirab, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan carnival dan parade budaya yang diikuti perwakilan dari 20 kecamatan, mulai siang hingga malam hari. Penampilan peserta akan dilombakan sebelum ditutup dengan hiburan musik dangdut dan campursari.

Memasuki Minggu (5/4), panggung utama akan diisi Festival Ebeg atau Kuda Lumping sebagai bentuk apresiasi terhadap kesenian tradisional yang berkembang luas di Banjarnegara.

Penutup dengan Aksi Sosial dan Layanan Gratis

Sebagai penutup pada Senin (6/4), pemerintah daerah akan menggelar kegiatan sosial berupa sunatan massal serta berbagai layanan publik gratis bagi masyarakat.

Menariknya, partisipasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga mendapat perhatian khusus. Penampilan mereka akan dinilai, dan hasilnya diumumkan di akhir rangkaian acara.

Baca juga  Harga Cabai Terjun Bebas, Biaya Produksi Tak Tertutup Petani Merugi Hingga Jutaan Rupiah

“Mari kita rayakan dengan tertib dan jadikan ini momentum untuk semakin mencintai budaya daerah,” ujar Tursiman.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!