Akibat Harga Plastik Melonjak, Harga Minyak Goreng hingga Tempe Ikut Naik

Heri C
Suasana perdagangan di salah satu toko sembako di Komplek pasar Kalibening, Rabu (8/4/2026). (Foto: Heri C)

Kenaikan harga plastik yang terjadi pasca-Lebaran mulai menunjukkan efek berantai. Tidak hanya pelaku usaha, lonjakan ini kini merembet ke harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional.

Pantauan di Pasar Kalibening, Rabu (8/4/2026), sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Minyak goreng menjadi salah satu yang paling terasa. Sejak menjelang Lebaran hingga sekarang, harganya terus merangkak naik. Bahkan dalam lima hari terakhir, kenaikan mencapai Rp1.500 hingga Rp2.500 per kilogram.

Tak hanya itu, pedagang juga mengeluhkan adanya pembatasan pembelian minyak goreng dari distributor, yang membuat pasokan di tingkat toko semakin terbatas.

“Kenaikannya bertahap tapi pasti. Ditambah sekarang pembelian toko dibatasi, jadi stok juga tidak bisa banyak,” ujar Hami, seorang pedagang Sembako di Komplek Pasar Kalibening, Rabu (8/4/2026).

Kenaikan juga terjadi pada tempe. Harga kedelai sebagai bahan baku utama dilaporkan naik sekitar Rp1.600 per kilogram dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memaksa perajin tempe menyesuaikan harga jual.

Fenomena ini bukan terjadi tanpa sebab. Harga plastik yang melonjak tajam menjadi pemicu utama. Dalam beberapa hari terakhir, harga plastik dilaporkan naik drastis, bahkan di sejumlah daerah mencapai dua kali lipat.

Baca juga  700 Pemudik Program Mudik Gratis Tiba di Banjarnegara, Disambut Hangat Bupati di Terminal Induk

“Terpaksa saya jual tempe dengan harga tetap tapi mengurangi ukuran atau dikecilkan agar tetap bisa jualan,” kata Soleh, penjual tempe Pasar Kalibening.

Menurut Soleh, dirinya mengaku heran karena kenaikan ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku plastik global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang menghambat distribusi minyak dan produk turunan petrokimia.

“Plastik selama ini menjadi komponen penting dalam rantai distribusi barang, terutama sebagai kemasan. Ketika harganya naik, biaya produksi dan distribusi otomatis ikut terdongkrak. Kami harap pemerintah bisa menstabilkan harga harga agar ekonomi rakyat membaik,” katanya.

Pantauan di pasar Kalibening, dampaknya langsung terasa pada produk konsumsi harian. Sejumlah pedagang menyebutkan kenaikan harga plastik telah mendorong naiknya harga air minum kemasan, kantong belanja, hingga bahan pokok lainnya.

Kondisi ini menambah beban masyarakat di tengah daya beli yang belum sepenuhnya pulih. Pelaku usaha kecil, pedagang, hingga produsen makanan skala rumahan menjadi pihak yang paling terdampak.

Jika tren kenaikan harga plastik terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga sembako lainnya akan ikut terdorong naik dalam waktu dekat. Situasi ini menjadi peringatan bahwa krisis bahan baku industri bisa berdampak langsung ke dapur masyarakat.

Baca juga  Tegaskan Aturan Selama Ramadan 1447 H, Satpol PP Banjarnegara Lakukan Pengawasan Tempat Hiburan Malam

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!