Jumat (3/4/2026) pagi, Yanti (43) warga Patikraja Kabupaten Banyumas membeli kebutuhan rumah tangga di warung. Tapi, hari ini tidak seperti biasanya. Biasanya, ketika membeli sesuatu maka dibungkus kantong plastik dan kantong plastik itu biasanya gratis.
Tapi Jumat (3/4/2026) pagi, dia merasakan ketika kantong plastik berbayar. “Selain membayar barang yang dibeli juga harus membayar kantong plastiknya,” katanya.
Dia mengaku ditarif Rp1000 untuk kantong plastiknya. Fenomena ini tak lepas dari kenaikan harga plastik imbas perang di Timur Tengah. Sebagai warga biasa, Yanti tidak bisa berbuat apa-apa.
Harga Plastik Melambung karena Perang
Seperti diketahui belakangan harga plastik memang melambung sampai 50 persen. Imbasnya segala yang berbau plastik akan terdampak harganya. Hal itu terjadi karena tersendatnya alur distribusi di Selat Hormuz yang dikendalikan Iran.
Apalagi bahan untuk membuat plastik seperti tas kresek dan lainnya terbuat dari hasil olahan minyak bumi. Itulah yang membuat harga plastik naik dan berdampak sampai masyarakat.
Perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel sudah terjadi sejak Ramadan lalu. Amerika dan Israel menyerang Iran. Sementara Iran menyerang Israel dan pangkalan militar Amerika yang ada di Timur Tengah.
Perang ini masih terus berlangsung dan salah satu imbasnya adalah tersendatnya jalur distribusi barang melalui selat Hormuz yang dikendalikan Iran. Sudah banyak jiwa yang melayang dari perang Iran vs Amerika-Israel ini.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



