Mengenal Mustav & Co, Kerajinan di Kawunganten Cilacap yang Sulap Pelepah Pisang Jadi Banana Leather Ramah Lingkungan

Kurnia
Salah satu contoh produk limbah pelepah pisang dari Mustav & Co asal Kawunganten Cilacap. (Foto: Shopee Mustav & Co)

Kreativitas pelaku UMKM di berbagai daerah seluruh Indonesia terus melahirkan inovasi yang tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan.

Salah satunya datang dari Mustav & Co, sebuah usaha kerajinan asal Kawunganten, Cilacap, yang berhasil mengolah limbah pelepah pisang menjadi produk Banana Leather atau bioleather ramah lingkungan.

Produk ini menjadi bukti bahwa limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak bernilai, dapat diubah menjadi material premium dengan daya saing global. Bahkan, produk kerajinan Cilacap ini telah menembus pasar internasional seperti Prancis dan Inggris.

Awal Mula Banana Leather dari Pelepah Pisang

Mustav & Co mengawali inovasinya dari keresahan terhadap limbah pelepah pisang yang melimpah di lingkungan sekitar. Pelepah pisang yang biasanya dibuang, di tangan mereka diolah menjadi bioleather atau kulit sintetis berbasis serat alami.

Secara tampilan, Banana Leather ini memiliki kemiripan dengan kulit sapi asli. Namun, materialnya menawarkan karakter unik dari serat alami yang memberi kesan eksklusif sekaligus ramah lingkungan.

Baca juga  Motor Raib Jelang Sahur, Pelaku Curanmor di Karangpucung Cilacap Ditangkap

Proses inovasi ini tidak instan. Dibutuhkan waktu lebih dari tiga tahun sejak 2021 bagi Mustav & Co untuk menyempurnakan teknik pengolahan tersebut.

Berbagai eksperimen dilakukan, mulai dari kegagalan hingga akhirnya menemukan formula yang mampu menghasilkan material kuat, fleksibel, dan berkualitas tinggi.

Perjalanan Mustav & Co Hingga Go Internasional

Kesuksesan Mustav & Co tidak lepas dari sosok Mustafid, pemuda asal Kawunganten yang merintis usaha ini. Dengan latar belakang sebagai santri dan lulusan S2, ia mengembangkan ide sederhana menjadi bisnis berdaya saing global.

Titik balik penting terjadi saat Mustav & Co terpilih dalam program Santripreneur BAZNAS RI. Melalui program ini, usaha tersebut mendapat dukungan berupa modal, pelatihan bisnis, serta akses pasar yang lebih luas.

proses Mengenal Mustav & Co, Kerajinan di Kawunganten Cilacap yang Sulap Pelepah Pisang Jadi Banana Leather Ramah Lingkungan
Proses pembentukan lembaran kulit Vegan Leather. (Foto: Instagram @mustav.co)

Hasilnya, produk Mustav & Co mulai dikenal hingga ke luar negeri. Tote bag berbahan Banana Leather bahkan sempat dipromosikan dengan latar kota Paris di Prancis. Selain itu, produk mereka juga tampil dalam pameran fashion di Inggris.

Tak hanya itu, minat pasar regional juga meningkat. Klien dari Malaysia bahkan datang langsung ke workshop di Jl. Raya Kawunganten, RT 01/06, Karangbawang, Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah untuk melihat proses produksi secara langsung.

Proses Produksi Banana Leather hingga Produk Jadi

Produksi Banana Leather melalui beberapa tahapan yang cukup panjang dan detail. Proses dimulai dari pengolahan pelepah pisang hingga menjadi lembaran bioleather.

Baca juga  Cilacap Raih Predikat Kabupaten Informatif Dalam Anugerah KIP Jawa Tengah

Tahap pertama adalah pengambilan dan pencacahan pelepah pisang secara manual. Setelah itu, serat alami dipisahkan untuk mendapatkan tekstur halus yang diinginkan. Serat tersebut kemudian diolah menjadi lembaran fleksibel berwarna cokelat alami yang menyerupai kulit asli.

Selanjutnya, lembaran tersebut masuk ke tahap produksi barang jadi. Material dipotong sesuai pola, lalu dijahit menggunakan mesin industri oleh para pengrajin lokal. Setiap produk melewati proses quality control ketat untuk memastikan standar kualitas.

Mustav & Co juga melayani kustomisasi produk, mulai dari penambahan logo perusahaan hingga kombinasi dengan kain etnik. Produk dikemas secara eksklusif untuk meningkatkan nilai jual.

Ketahanan Produk yang Teruji

Banana Leather dari Mustav & Co tidak hanya unggul secara konsep ramah lingkungan, tetapi juga telah melalui pengujian teknis.

pelaku Mengenal Mustav & Co, Kerajinan di Kawunganten Cilacap yang Sulap Pelepah Pisang Jadi Banana Leather Ramah Lingkungan
Mustafid, lulusan S2 asal Karangbawang, Kawunganten, Cilacap yang menjadi sosok di balik kesuksesan Mustav & Co memasarkan produk pelepah pisang hingga pasar internasional. (Foto: TikTok @mustav.co)

Uji laboratorium Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik (Yogyakarta) menunjukkan material ini memenuhi standar tinggi, bahkan setara dengan kebutuhan industri alas kaki.

Material ini memiliki kekuatan tarik yang baik, sehingga tidak mudah putus. Selain itu, daya tahan sobeknya tinggi dan fleksibel, sehingga cocok untuk produk seperti dompet atau tas yang sering digunakan.

Baca juga  Dua WNA Asal China Dideportasi Imigrasi Cilacap, Ini Sebabnya

Dari sisi ketebalan, Banana Leather memiliki konsistensi ideal di kisaran 0,87 mm hingga 0,92 mm. Material ini juga tahan air, sehingga tidak mudah menyerap cairan dan cukup dibersihkan dengan lap.

Keunggulan lain adalah sifatnya yang tidak mudah terbakar, berbeda dengan kulit sintetis berbasis plastik. Dari segi tampilan, tekstur alaminya membuat produk terlihat elegan dan sering disangka sebagai kulit asli.

Ragam Produk Kerajinan Mustav & Co

Dengan kualitas tersebut, Mustav & Co menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi. Di antaranya tote bag, clutch, dompet, buku agenda, hingga corporate gifts seperti tempat kartu identitas.

Produk-produk ini tidak hanya menyasar pasar lokal, tetapi juga telah merambah pasar internasional. Kombinasi antara desain modern dan sentuhan etnik menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen global.

Buktikan Kerajinan Cilacap Mampu Tembus Pasar Global Berbasis Inovasi Ramah Lingkungan

Kehadiran Mustav & Co menjadi contoh nyata bahwa inovasi berbasis lokal mampu bersaing di pasar dunia. Dengan memanfaatkan pelepah pisang menjadi Banana Leather, mereka tidak hanya menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga mendukung gerakan ramah lingkungan.

Ke depan, potensi kerajinan Cilacap seperti ini diprediksi akan terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran global terhadap produk berkelanjutan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.