Mengintip Desa Wisata Sumpinghayu Cilacap, Dari Gula Semut hingga Cidayeuh Canyon yang Menawan

Kurnia
Beberapa potensi yang ada di Desa Wisata Sumpinghayu, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap. (Foto: Instagram @deswitasumpinghayu) 

Desa Wisata Sumpinghayu di Kecamatan Dayeuhluhur merupakan salah satu dari 19 Desa Wisata di Kabupaten Cilacap tahun 2025. Penetapan ini menjadi bukti bahwa desa yang berada di wilayah barat Cilacap tersebut memiliki potensi besar, baik dari sektor pertanian maupun pariwisata alam yang masih asri.

Sebagai bagian dari pengembangan Desa Wisata Cilacap, Sumpinghayu menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Tidak hanya menyuguhkan panorama alam yang memikat, desa ini juga dikenal dengan produk unggulan berupa gula semut yang dihasilkan langsung oleh masyarakat setempat.

Profil Singkat Desa Sumpinghayu

Desa Sumpinghayu memiliki luas wilayah sekitar 1.507 hektar dan terbagi menjadi dua dusun, yakni Dusun Sumpinghayu dan Dusun Kaduluhur. Secara geografis, desa ini berbatasan dengan Desa Cilumping di utara, Desa Datar di selatan dan barat, serta Desa Jambu di wilayah timur.

Baca juga  Cilacap Raih Predikat Kabupaten Informatif Dalam Anugerah KIP Jawa Tengah

Secara historis, desa ini telah berdiri sejak tahun 1838, yang berawal dari permukiman kecil pasca masa Perang Diponegoro pada 1830-an. Seiring perkembangan zaman, jumlah penduduk terus bertambah hingga terbentuk struktur desa seperti saat ini.

Gula Semut, Produk Unggulan Bernilai Ekonomi

Salah satu kekuatan utama Desa Wisata Sumpinghayu terletak pada sektor pertanian dan perkebunan. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dengan komoditas seperti padi, kapulaga, pala, cengkeh, kopi, serta kelapa.

Dari hasil kelapa, masyarakat mengolah nira menjadi gula aren dan gula semut. Gula semut menjadi produk unggulan karena memiliki nilai jual lebih tinggi serta praktis digunakan oleh konsumen modern.

Pengembangan produk ini dinilai berpotensi meningkatkan ekonomi warga, terutama jika didukung dengan inovasi pengemasan dan pemasaran digital.

Sungai Cidayeuh, Wisata Alam yang Menyegarkan

Selain potensi pertanian, Desa Sumpinghayu juga memiliki daya tarik wisata alam yang mulai dikenal, yaitu Sungai Cidayeuh. Sungai ini memiliki air yang jernih, sejuk, dan mengalir di tengah kawasan hutan yang masih alami.

Baca juga  Terkuak Motif Pembunuhan WN Singapura yang Jasadnya Ditemukan di Cilacap

Pengunjung yang datang dapat menikmati berbagai aktivitas seperti berenang, bermain air, hingga sekadar bersantai di atas bebatuan sambil menikmati suasana alam.

Kondisi lingkungan yang masih asri membuat tempat ini cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.

Cidayeuh Canyon, Panorama Alam yang Memikat

Keindahan Sungai Cidayeuh semakin lengkap dengan keberadaan Cidayeuh Canyon, yang menjadi salah satu ikon wisata di desa ini.

Canyon
Cidayeuh Canyon, panorama alam yang memikat di Desa Wisata Sumpinghayu. (Foto: Instagram @deswitasumpinghayu)

Formasi batuan alami di sepanjang sungai menciptakan pemandangan yang unik dan eksotis.

Air sungai yang jernih berpadu dengan tebing batu serta pepohonan hijau di sekelilingnya menghadirkan panorama yang menenangkan. Tak heran jika kawasan ini menjadi spot favorit untuk fotografi alam maupun aktivitas healing.

Beberapa titik di kawasan canyon juga dimanfaatkan pengunjung untuk aktivitas seperti cliff jumping atau lompat dari tebing ke sungai, yang menambah daya tarik wisata ini.

Tradisi Sedekah Kupat, Daya Tarik Budaya Lokal

Tidak hanya mengandalkan potensi alam dan pertanian, Desa Sumpinghayu juga memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga, salah satunya tradisi Sedekah Kupat.

Baca juga  Update Hari Ke-7! Dua Jasad Korban Longsor Majenang Ditemukan, 3 Masih Hilang
Sedekah
Tradisi Sedekah Kupat di Desa Sumpinghayu, menjadi salah satu daya tarik budaya lokal. (Foto: Instagram @pemerintahsumpinghayu)

Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan keselamatan. Dalam pelaksanaannya, warga membawa kupat atau ketupat untuk dibagikan sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan.

Kegiatan ini berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat melengkapi pengalaman wisata di Desa Wisata Sumpinghayu.

Peluang Besar Desa Wisata Sumpinghayu

Dengan perpaduan potensi pertanian, keindahan alam, serta budaya lokal, Desa Wisata Sumpinghayu memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi unggulan di wilayah barat Cilacap.

Masuknya desa ini dalam daftar Desa Wisata Cilacap tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki kepada masyarakat luas.

Jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan, Sumpinghayu tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi berbasis desa.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.