Dua Remaja Diduga Curi Pompa Air di Banjarnegara Diamankan Warga

Syarif TM
Polsek Purwanegara melakukan mediasi penyelesaian dugaan pencurian pompa air yang dilakukan oleh remaja. (dok.Polsek Purwanegara)

AKSI dugaan pencurian pompa air di Desa Mertasari, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Dua remaja yang diduga sebagai pelaku pencrian pompa air sempat diamankan warga setelah tertangkap tangan membawa pompa air dari area persawahan. Dalam video yang beredar, keduanya terlihat menjadi sasaran kemarahan warga sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Peristiwa bermula saat seorang warga hendak menggunakan pompa air miliknya. Namun, alat tersebut sudah tidak berada di lokasi semula. Curiga telah terjadi pencurian, warga kemudian melakukan pencarian di sekitar area persawahan.

Tak lama berselang, dua remaja yang dicurigai membawa pompa air tersebut berhasil ditemukan. Warga langsung mengamankan keduanya di lokasi kejadian.

Pelaku Sempat Diikat, Polisi Lakukan Mediasi

Situasi sempat memanas karena emosi warga yang memuncak. Kedua remaja tersebut dilaporkan sempat mengalami tindakan kekerasan. Bahkan, salah satu dari mereka diikat pada bagian kaki menggunakan tali plastik untuk mencegah melarikan diri.

Baca juga  Bongkar Jendela di Tengah Malam, Maling Gasak Harta Warga Bantar Wanareja

Kapolsek Purwanegara, AKP Edy Widya Pramono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kedua terduga pelaku langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk penanganan lebih lanjut.

“Benar, kedua terduga pelaku sempat diamankan warga dan kemudian kami bawa ke Polsek untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Namun, kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Kepolisian memfasilitasi proses mediasi antara korban dan pihak keluarga pelaku hingga tercapai kesepakatan damai.

Kasus Pencurian Pompa Air Berakhir Damai

Menurut AKP Edy, penyelesaian kasus pencurian pompa air ini telah dilakukan secara kekeluargaan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk dengan mempertimbangkan nilai kerugian yang ditimbulkan juga relatif kecil, yakni sekitar Rp800 ribu.

“Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Kedua remaja tersebut kemudian diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan lebih lanjut.

Polisi Imbau Warga Tidak Main Hakim Sendiri

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri saat menghadapi dugaan tindak kriminal.

Baca juga  Viral! Komplotan Pencuri Gasak Toko di Gandrungmangu, Aksi Terekam CCTV

Warga diminta untuk segera melaporkan setiap kejadian kepada aparat penegak hukum agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Langkah ini dinilai penting guna menghindari potensi pelanggaran hukum baru serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!