DPRD Purbalingga Gelar Public Hearing Dengan Perpadi, Bahas Raperda Puspahastama

Taufik
Ketua Pansus XVII Karseno didampingi Wakil Ketua Puput Adi Purnomo. (Foto :Humas DPRD Purbalingga)

DPRD Purbalingga menggelar public hearing dengan Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Purbalingga, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk menerima masukan  kepada Panitia Khusus (Pansus) XVII DPRD, yang sedang membahas Raperda tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Puspahastama

 

Menjaring Aspirasi dan Masukan

DPRD Purbalingga menggelar kegiatan itu dipimpin oleh Ketua Pansus XVII, Karseno, S.H., M.M., didampingi Wakil Ketua Puput Adi Purnomo, serta dihadiri anggota pansus, tim perumus raperda, pelaku UMKM, pemilik toko modern, Perpadi, pengrajin knalpot, hingga perwakilan Bulog.

Karseno menyampaikan bahwa public hearing menjadi wadah untuk menjaring aspirasi, masukan, dan respon masyarakat secara langsung terhadap raperda yang tengah dibahas.“Forum ini bertujuan memastikan Raperda yang dihasilkan berkualitas, partisipatif, sesuai kebutuhan publik, dan berdaya saing,” ujar anggota DPRD Purbalingga dari FPDIP tersebut.

 

DPRD Purbalingga dalam forum tersebut menerima berbagai masukan dari peserta disampaikan secara konstruktif. Pansus XVII berkomitmen akan menindaklanjuti seluruh saran yang masuk agar Raperda yang disusun benar-benar memberikan manfaat luas, berpihak kepada masyarakat, serta memiliki kualitas yang baik.

Baca juga  Purbalingga Kembali Raih WTP 9 Kali Berturut-turut, Wabup: Akuntabilitas Terjaga

 

Perpadi Dukung Raperda

 

DPRD Purbalingga memberikan kesempatan kepada Perpadi  untuk menyampaikan aspirasi. Ketua Perpadi Kabupaten Purbalingga, Agus Priyanto, menyatakan dukungannya terhadap raperda tersebut karena dinilai membuka peluang besar bagi petani.“Kami menyambut baik adanya raperda ini, karena tentu membuka peluang bagi petani padi di Kabupaten Purbalingga untuk ikut menjadi pemasok beras ke Perumda Puspahastama,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan Perumda Puspahastama dapat menjadi jembatan antara petani dan pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, Agus juga mendorong agar Perumda Puspahastama turut berperan dalam penyediaan bibit unggul bagi petani.“Kami berharap Perumda tidak hanya menjadi penampung hasil panen, tetapi juga ikut berkontribusi dalam penyediaan bibit padi berkualitas agar hasil pertanian semakin maksimal,” tambahnya.

 

Kolaborasi Petani dan Perumda

 

Menurutnya, potensi kolaborasi antara kelompok tani, penggilingan padi, dan Perumda sangat besar jika dikelola dengan baik.“Kami sudah memiliki banyak kelompok tani dan pelaku penggilingan padi di Purbalingga. Jika ini bisa berkolaborasi, bukan tidak mungkin menjadi jalan untuk memakmurkan petani,” jelasnya.

Baca juga  DPRD Purbalingga Kirimkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Lereng Slamet

Lebih lanjut, ia menilai kerja sama tersebut akan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan Perumda.“Ini bisa menjadi simbiosis mutualisme. Petani bisa menjual hasil panennya, sementara Perumda mendapatkan pasokan beras yang stabil,” katanya.

 

Pelatihan dan Edukasi

 

Agus juga menekankan pentingnya pelatihan dan edukasi bagi petani agar semakin berkembang.“Kami juga mendorong adanya pelatihan dari dinas terkait agar petani mendapatkan bekal ilmu dan edukasi di bidang pertanian, khususnya perpadian,” ujarnya.

Di akhir, ia menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi petani, yakni kelangkaan pupuk.“Salah satu kendala petani saat ini adalah sulitnya mendapatkan pupuk. Kami berharap ke depan Perumda Puspahastama bisa menjadi penyedia pupuk dan bibit bagi petani di Kabupaten Purbalingga,” pungkasnya.