Potensi Energi Hijau Capai 13 Gigawatt, Jawa Tengah Genjot Investasi EBT

Syarif TM
Kepala DPMPTSP Jateng terus membuka peluang investasi energi hijau. (dok. Pemprov)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan utama investasi energi hijau atau energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan dorongan global menuju energi bersih, potensi energi di wilayah ini diperkirakan mencapai 13 gigawatt.

Berbagai langkah strategis mulai dijalankan untuk menarik minat investor, termasuk pengembangan proyek industri energi hijau di sejumlah daerah. Salah satu yang telah berjalan adalah pabrik perakitan kendaraan listrik di Kabupaten Magelang yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada awal April 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa realisasi investasi sektor energi hijau atau energi terbarukan dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren positif.

“Pada 2024, investasi masih didominasi tahap konstruksi dengan nilai Rp5,4 triliun. Sementara pada 2025 sebesar Rp1,4 triliun karena sebagian proyek sudah mulai memasuki fase operasional,” jelasnya.

Baca juga  Personel Polres Pekalongan Gugur saat Tugas Pengamanan Operasi Ketupat Candi

Industri Energi Hijau Tumbuh di Batang, Kendal, dan Magelang

Sejumlah proyek besar energi hijau kini tengah berkembang, di antaranya pembangunan pabrik sel surya dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang serta KEK Kendal. Selain itu, fasilitas perakitan kendaraan listrik di Magelang mulai memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari bus, truk hingga forklift listrik.

Untuk mempercepat investasi, Pemprov Jawa Tengah juga melakukan pemetaan potensi energi baru terbarukan di seluruh 35 kabupaten/kota. Data tersebut kemudian dikemas dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan dipromosikan melalui berbagai forum investasi, termasuk Central Java Investment Business Forum (CJIBF).

Menurut Sakina, peluang investasi energi hijau di Jawa Tengah masih sangat terbuka, terutama pada sektor panas bumi di wilayah Banjarnegara dan Wonosobo, energi angin, hingga pengolahan sampah menjadi energi.

Tenaga Surya Jadi Andalan, Konsumsi Listrik Terus Meningkat

Sementara itu, analis dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Zakki Muwafiq, menyebutkan bahwa tiga sektor EBT paling prospektif di Jawa Tengah adalah tenaga surya, angin, dan mikrohidro.

Baca juga  Bukti Konsistensi, PLN Indonesia Power UBP Mrica Hattrick PROPER Emas 2025

“Potensi terbesar berasal dari pembangkit listrik tenaga surya yang tersebar di berbagai daerah dengan kapasitas mencapai 13 gigawatt,” ujarnya.

Peluang pengembangan energi bersih semakin terbuka seiring meningkatnya konsumsi listrik di Jawa Tengah. Berdasarkan data Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, konsumsi listrik di wilayah ini tumbuh rata-rata 4,5 persen dalam satu dekade terakhir, bahkan meningkat hingga 5,3 persen dalam empat tahun terakhir.

Momentum Perkuat Daya Saing Investasi Hijau

Kondisi tersebut menjadi momentum penting bagi Jawa Tengah untuk mempercepat transisi menuju energi bersih. Selain memperkuat ketahanan energi, pengembangan EBT juga dinilai mampu meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi berkelanjutan.

Dengan potensi besar dan dukungan kebijakan yang terus diperkuat, Jawa Tengah kini kian dilirik sebagai pusat pertumbuhan industri energi hijau di Indonesia.

Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.