Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pembuka Lapangan Kerja

Syarif TM
Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pembuka Lapangan Kerja di Jawa Tengah. (dok. Pemprov)

GUBERNUR Ahmad Luthfi menegaskan sektor ekonomi kreatif tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Menurutnya, ekonomi kreatif harus mampu menjadi motor penggerak pembukaan lapangan kerja baru sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran program Gekrafs Peduli yang digagas Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jawa Tengah di Ibis Styles Semarang Simpang Lima, Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut ekonomi kreatif merupakan sektor yang fleksibel karena dapat dijalankan siapa saja tanpa batas usia, tempat, maupun waktu. Karena itu, masyarakat didorong untuk menciptakan peluang usaha yang tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga membuka kesempatan bagi orang lain.

“Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Tidak hanya dimiliki anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus mampu menciptakan ekonomi untuk dirinya sendiri dan masyarakat sekitar,” ujar Luthfi.

Baca juga  Membangun Episentrum Ekonomi Kreatif: UMP Gandeng Gekrafs Perkuat Ekosistem UMKM Banyumas

Gekrafs Peduli Jadi Gerakan Sosial Berkelanjutan

Program Gekrafs Peduli mengusung tema “Tumbuh dalam Rasa, Bergerak dalam Makna”. Program ini dirancang sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang memadukan kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian sosial.

Luthfi menilai Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan pertumbuhan ekonomi nasional maupun internasional. Namun, peningkatan investasi perlu diimbangi dengan penguatan ekonomi kreatif agar mampu melahirkan peluang usaha baru secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun APBD. Pelaku usaha dan masyarakat harus terus berinovasi menciptakan ruang ekonomi baru.

“Kita tidak boleh hanya mengandalkan diri sendiri, tetapi harus menciptakan kreativitas investasi ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan baru yang terus berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Ekonomi Kreatif dan UMKM Dinilai Tangguh Saat Krisis

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti ketahanan sektor ekonomi kretaif dan usaha mikro saat pandemi Covid-19. Ketika banyak usaha besar mengalami perlambatan, sektor ekonomi kreatif yang di dalamnya merupakan UMKM justru mampu bertahan menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Baca juga  Infrastruktur Pengairan Jateng Tekan Rob dan Perkuat Suplai Irigasi Pertanian

Ia menyebut pelaku UMKM, mulai dari pedagang kaki lima hingga usaha kuliner rumahan, terbukti memiliki daya tahan kuat menghadapi krisis ekonomi.

Selain itu, kondisi global seperti perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat dan China, hingga konflik Timur Tengah dinilai ikut memengaruhi perekonomian nasional maupun daerah.

Karena itu, pelaku ekonomi kreatif dituntut terus menghadirkan inovasi dan terobosan baru agar tetap mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi dunia.

“Para wirausaha dan pelaku ekonomi kreatif harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” ujarnya.

Gekrafs Peduli Akan Digelar Rutin di Berbagai Daerah

Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan Gekrafs Peduli lahir dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berbicara tentang keuntungan ekonomi, tetapi juga kepedulian sosial.

“Gekrafs bukan hanya soal kreativitas atau mencari keuntungan ekonomi saja, tetapi juga menumbuhkan jiwa sosial dalam diri kita,” kata Berty.

Ia menegaskan program tersebut tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gekrafs Peduli direncanakan berlangsung rutin setiap bulan dan menjangkau sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Solo, Demak, Kendal, dan wilayah lainnya.

Baca juga  Musibah di Srati Kebumen, Tebing Setinggi 7 Meter Longsor

Untuk memperluas dampak sosial, Gekrafs Jawa Tengah juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Baznas, Dinas Sosial, komunitas, hingga dunia usaha.

*Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!