Kabupaten Cilacap tidak hanya dikenal dengan keindahan Pantai Teluk Penyu atau kemegahan Benteng Pendemnya. Di balik pesona wisatanya, Cilacap menyimpan kekayaan gastronomi yang sangat khas, salah satunya adalah Brekecek Pathak Jahan.
Hidangan berkuah kuning pedas ini telah menjadi ikon kuliner yang wajib dicicipi oleh setiap wisatawan yang berkunjung ke daerah pesisir Jawa Tengah ini.
Nama “Brekecek” sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa lokal: Brek yang berarti diletakkan atau dijatuhkan, dan Kecek yang merujuk pada teknik mencampur bumbu dengan sedikit air.
Sementara itu, Pathak berarti kepala ikan, dan Jahan adalah jenis ikan laut yang menjadi bahan utamanya. Perpaduan bumbu rempah yang kuat dan tekstur kepala ikan yang gurih membuat hidangan ini memiliki penggemar setia di berbagai penjuru daerah.
Bahan Utama dan Keunikan Ikan Jahan
Keunikan utama dari kuliner ini terletak pada penggunaan kepala ikan jahan. Ikan jahan dipilih karena memiliki tekstur daging yang lembut namun tidak mudah hancur saat dimasak dalam waktu lama.
Selain itu, bagian kepala ikan dianggap paling nikmat karena sensasi “menyesap” daging di sela-sela tulang yang memberikan pengalaman makan tersendiri.
Bagi Anda yang ingin menghadirkan cita rasa pesisir Cilacap di dapur rumah, berikut adalah resep otentik Brekecek Pathak Jahan yang bisa Anda coba.
Bahan-Bahan:
* Bahan Utama: 1 kg kepala ikan jahan segar (potong menjadi beberapa bagian).
* Bumbu Halus:
– 10 butir bawang merah
– 6 siung bawang putih
– 10 buah cabai merah keriting (sesuai selera pedas)
– 5 buah cabai rawit merah.
– 3 cm kunyit (bakar sebentar)
– 5 butir kemiri sangrai.
– 2 cm jahe
* Bumbu Tambahan (Bumbu Cemplung):
– 2 batang serai (memarkan)
– 3 lembar daun salam
– 4 helai daun jeruk
– 2 cm lengkuas (geprek)
– Gula jawa secukupnya
– Garam, penyedap rasa, dan merica bubuk secukupnya
– Air secukupnya
* Bahan Pelengkap:
– Daun kemangi segar
– Irisan tomat merah atau hijau
– Daun bawang (iris kasar)
Langkah Memasak Brekecek Pathak Jahan
1. Persiapan Ikan: Cuci bersih kepala ikan jahan. Untuk menghilangkan bau amis, lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan sedikit garam. Diamkan selama 15 menit, lalu bilas kembali. Anda juga bisa merebusnya sebentar dalam air mendidih untuk membuang sisa lemak dan kotoran.
2. Menumis Bumbu: Panaskan minyak goreng secukupnya. Tumis bumbu halus hingga mengeluarkan aroma harum dan warnanya berubah menjadi lebih gelap.
3. Menambahkan Rempah: Masukkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas. Aduk rata hingga layu.
4. Membuat Kuah: Tuangkan air secukupnya ke dalam tumisan bumbu. Tambahkan gula jawa, garam, merica, dan penyedap rasa. Biarkan hingga mendidih dan bumbu meresap sempurna ke dalam air.
5. Memasak Ikan: Masukkan kepala ikan jahan secara perlahan. Masak dengan api sedang agar bumbu meresap hingga ke bagian terdalam tulang ikan. Usahakan untuk tidak terlalu sering mengaduk agar kepala ikan tidak hancur.
6. Sentuhan Akhir: Setelah air sedikit menyusut dan bumbu terlihat mengental, masukkan irisan tomat, daun bawang, dan daun kemangi. Aduk sebentar hingga layu, lalu lakukan koreksi rasa (harus dominan pedas, gurih, dan sedikit manis).
7. Penyajian: Angkat dan sajikan Brekecek Pathak Jahan selagi hangat.
Warisan Budaya dalam Sepiring Hidangan
Brekecek Pathak Jahan bukan sekadar makanan; ia adalah simbol adaptasi masyarakat pesisir Cilacap terhadap hasil laut mereka. Penggunaan bumbu yang kaya akan kunyit dan jahe tidak hanya berfungsi sebagai penguat rasa, tetapi juga sebagai penetral aroma laut yang kuat pada ikan.
Menikmati hidangan ini paling pas ditemani dengan sepiring nasi putih hangat. Sensasi pedas dari kuahnya yang meresap ke dalam daging kepala ikan dijamin akan membuat siapa pun yang mencicipinya ketagihan.
Bagi para pecinta kuliner nusantara, Brekecek Pathak Jahan adalah bukti nyata betapa kayanya khazanah bumbu Indonesia yang tersebar dari sabang sampai merauke.
Jadi, siapkah Anda memanjakan lidah dengan sensasi pedas gurih khas kuliner Cilacap hari ini? Selamat mencoba!
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



