Musda XI MUI Jateng Jadi Momentum Perkuat Peran Ulama di Era Digital

Nestya Zahra
Gubernur Ahmad Luthfi saat menghadiri Musda XI MUI Jateng tahun 2026. (dok. Pemprov Jateng)

HADIR dan membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) XI Majlis Ulama Indonesia (MUI Jateng) tahun 2026, Gubernur Ahmad Luthfi, MUI Jateng ikut mengambil peran lebih aktif dalam menjaga ketenangan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin rentan terhadap hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian.

Menurut Luthfi, ulama memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, menjaga harmoni sosial, dan memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi.

“Ketika ulama hadir di tengah masyarakat dan memberikan pembinaan, suasana akan lebih sejuk dan kondusif,” ujarnya.

Ahmad Luthfi: Ulama Berperan Seperti Radiator yang Menjaga Stabilitas

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi mengibaratkan peran ulama seperti radiator pada sebuah mesin yang berfungsi menjaga suhu tetap stabil saat menghadapi kondisi panas.

Baca juga  Gubernur Bidik Investasi Global, Perumahan Hijau Jadi Arah Baru Pembangunan di Jateng

Analogi tersebut menggambarkan pentingnya keberadaan tokoh agama dalam meredam potensi konflik sosial yang dapat dipicu oleh penyebaran informasi yang tidak benar maupun provokasi di ruang digital.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan figur yang dapat memberikan panduan dan penjelasan yang menyejukkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Pemerintah Tak Bisa Bekerja Sendiri Hadapi Tantangan Pembangunan

Selain menyoroti persoalan hoaks dan ujaran kebencian, Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin menghadapi berbagai tantangan pembangunan tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyebut tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi global, tekanan fiskal, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Yang dibutuhkan adalah super team, bukan Superman,” tegasnya.

Kantor Gubernur Dibuka untuk Dialog dan Kolaborasi dengan Ulama

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga mengajak pengurus MUI Jawa Tengah periode mendatang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga  Balik Rantau Gratis dari Stasiun Tawang, Gubernur Ahmad Luthfi Bantu Ringankan Beban Perantau

Ia bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi para ulama dan tokoh masyarakat untuk berdiskusi serta menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Saya ingin kantor gubernur menjadi rumah bersama untuk membangun komunikasi dan kolaborasi,” katanya.

Menurut Luthfi, komunikasi yang baik antara pemerintah dan tokoh agama akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial sekaligus menjaga stabilitas daerah.

Pertumbuhan Ekonomi Jateng Meningkat, Angka Kemiskinan Menurun

Pada kesempatan yang sama, Gubernur memaparkan sejumlah indikator pembangunan Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,89 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,88 persen menjadi 9,39 persen.

Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari situasi daerah yang aman dan kondusif, serta dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk para ulama yang selama ini aktif menjaga kerukunan dan persatuan.

MUI Jadi Rumah Besar Organisasi Islam di Indonesia

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Marsudi Syuhud, menegaskan bahwa MUI merupakan wadah yang menghimpun berbagai organisasi Islam di Indonesia.

Baca juga  Viral Penambangan Lereng Gunung Slamet, Gubernur Jateng Beri Perintah ke Dinas ESDM

Di dalamnya terdapat organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, hingga Al Jam’iyatul Washliyah.

Menurut Marsudi, perbedaan pandangan dan tradisi keagamaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, keberagaman tersebut harus dikelola secara bijak agar tidak berkembang menjadi konflik atau perpecahan.

“MUI hadir sebagai rumah besar yang mampu menyatukan berbagai perbedaan demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Musda XI MUI Jateng Susun Arah Organisasi hingga 2031

Musda XI MUI Jawa Tengah mengusung tema “Menjaga Moralitas Beragama, Bermasyarakat, dan Bernegara”.

Forum ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan dan program kerja MUI Jateng untuk periode 2026–2031.

Melalui forum tersebut, MUI Jateng diharapkan semakin memperkuat perannya dalam menjaga persatuan bangsa, mengembangkan moderasi beragama, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital yang terus berubah.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.