Harga Emas 2026, diprediksi bakal naik drastis. Sepanjang tahun 2025, harga emas terus menjadi sorotan global setelah berhasil menembus level tertinggi sepanjang sejarah.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu, ketegangan geopolitik antarnegara, serta kebijakan moneter yang berubah-ubah membuat logam mulia ini kembali menjadi primadona.
Pertanyaannya kini: apakah tren positif ini akan berlanjut pada 2026, atau justru mulai melandai?
Sejumlah lembaga keuangan internasional dan pakar pasar komoditas memberikan pandangan optimistis terhadap prospek harga emas 2026.
Bahkan, beberapa analis menilai harga emas 2026 berpotensi mencetak rekor baru dan memasuki fase revaluasi besar-besaran.
Tren Kenaikan Harga Emas dalam Enam Tahun Terakhir
Sebelum menatap tahun 2026, menarik untuk melihat bagaimana tren harga emas bergerak dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, emas menunjukkan performa yang hampir selalu positif.
Pada 2019, harga emas berada di kisaran Rp750.000 per gram. Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020, harga logam mulia ini melonjak hingga Rp1.000.000 per gram akibat lonjakan permintaan terhadap aset aman.
Tahun 2021–2022, harga relatif stabil di kisaran Rp950.000 hingga Rp1.000.000 per gram seiring pulihnya ekonomi dunia. Namun, memasuki 2023, ketegangan geopolitik kembali memicu kenaikan hingga Rp1.100.000 per gram.
Kenaikan semakin tajam pada 2024 dengan lonjakan sekitar 29,5% — dari Rp1.140.000 menjadi Rp1.520.000 per gram. Sedangkan pada 2025, harga emas menembus Rp2.487.000 per gram menjelang akhir tahun, dipicu meningkatnya inflasi dan ketidakpastian global.
Dengan tren historis tersebut, banyak analis meyakini harga emas 2026 akan tetap bullish dan berpotensi menembus rekor baru.
Pandangan Para Ahli dan Lembaga Keuangan Dunia
Beberapa bank investasi besar dunia telah merilis proyeksi mereka terkait pergerakan harga emas pada tahun 2026. Berikut ringkasan pandangan dari sejumlah lembaga ternama:
- J.P. Morgan Chase & Co
J.P. Morgan memperkirakan harga emas 2026 dapat mencapai US$4.000 per ons, dengan kisaran harga di akhir 2025 sekitar US$3.675 per ons.
Menurut lembaga ini, faktor utama pendorong kenaikan adalah ketidakpastian pasar global serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai akibat gejolak ekonomi dan politik dunia. - Deutsche Bank
Bank asal Jerman ini memperkirakan rata-rata harga emas 2026 berada di US$3.700 per ons, naik signifikan dari proyeksi sebelumnya sebesar US$2.900 per ons.
Deutsche Bank menilai minat investor terhadap emas akan tetap tinggi selama risiko inflasi dan ketegangan geopolitik belum mereda. - Goldman Sachs Group Inc.
Goldman Sachs menilai tren bullish emas masih akan berlanjut. Lembaga ini memproyeksikan harga emas bisa menembus US$4.000 per ons pada pertengahan 2026.
Pendorong utamanya adalah kebijakan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral serta meningkatnya minat investor institusional terhadap logam mulia di tengah pelemahan dolar AS. - Bank of America (BoA)
BoA memprediksi harga emas akan mencapai US$3.036 per ons pada 2025, dan meningkat menjadi US$3.350 per ons pada 2026.
Meskipun lebih konservatif, BoA menilai tren naik tetap berlanjut seiring pertumbuhan ekonomi global yang moderat dan ketidakpastian fiskal. - HSBC
HSBC memperkirakan harga emas bisa mencapai US$5.000 per ons pada semester pertama 2026.
Menurut laporan mereka, risiko ekonomi global dan konflik geopolitik masih akan menjadi katalis utama kenaikan harga. - UBS Group (Union Bank of Switzerland)
UBS menargetkan harga emas dapat menyentuh US$4.700 per ons pada kuartal pertama 2026.
Prediksi ini didorong oleh penurunan suku bunga riil serta meningkatnya utang pemerintah Amerika Serikat yang melemahkan daya tarik dolar. - CIBC (Canadian Imperial Bank of Commerce)
CIBC memproyeksikan rata-rata harga emas di periode 2026–2027 mencapai US$4.500 per ons, naik sekitar 25–36% dari proyeksi sebelumnya.
Kebijakan The Fed yang lebih longgar dan tingginya inflasi global dinilai akan menjaga momentum bullish emas tetap kuat.
Potensi Harga Emas 2026 Sentuh Level Baru di Awal Tahun
Dari beberapa sumber menyatakan, rata-rata harga emas 2026 diperkirakan berada di sekitar US$4.000 per ons pada kuartal keempat 2025, dan meningkat menjadi US$4.100 per ons pada kuartal pertama 2026.
Kenaikan harga emas yang signifikan selama 2025 — bahkan mencapai lebih dari 50% year-to-date — masih mendapat dukungan dari permintaan bank sentral serta peran emas sebagai aset safe haven.
Penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed), akan terus mendukung pembelian emas, baik oleh investor institusional maupun ritel.
Prediksi Emas Bisa Mencapai US$30.000 per Ons?
Pandangan lebih berani lainnya menyebutkan, harga emas 2026 dapat melesat hingga US$30.000 per ons jika krisis pasokan logam dan tekanan geopolitik global semakin parah.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Arah Harga Emas 2026
- Kebijakan Moneter Global
Keputusan The Fed dan bank sentral utama dunia untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga menjadi faktor kunci. Suku bunga rendah biasanya mendorong harga emas naik karena menurunkan imbal hasil aset lain seperti obligasi. - Kondisi Geopolitik dan Konflik Global
Ketegangan di Timur Tengah, perang dagang AS–Tiongkok, serta dinamika politik Eropa dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset aman. - Inflasi dan Nilai Tukar Dolar AS
Ketika inflasi meningkat dan dolar melemah, emas menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai kekayaan. - Permintaan dari Bank Sentral dan Investor Institusional
Berdasarkan laporan World Gold Council, pembelian emas oleh bank sentral meningkat 28% pada kuartal ketiga 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya. Tren ini diperkirakan berlanjut di 2026. - Krisis Pasokan Logam Mulia
Gangguan pada rantai pasok tambang perak dan emas global dapat mempersempit suplai, yang pada akhirnya meningkatkan harga.
Apakah 2026 Waktu yang Tepat untuk Investasi Emas?
Melihat proyeksi para ahli, 2026 bisa menjadi momentum menarik untuk berinvestasi pada emas. Namun, waktu terbaik membeli emas tetaplah saat terjadi koreksi harga jangka pendek sekitar 1–3%.
Strategi dollar cost averaging (DCA) juga direkomendasikan agar investor bisa mendapatkan harga rata-rata yang optimal.
Penting diingat, bahwa emas tidak memberikan imbal hasil seperti saham atau obligasi. Nilainya bergantung pada faktor eksternal seperti suku bunga dan geopolitik. Karena itu, investor disarankan menyesuaikan proporsi emas dengan profil risikonya.
Tips Aman Berinvestasi Emas Tahun 2026
- Beli emas dari lembaga resmi seperti Antam, UBS, atau lembaga keuangan terpercaya dengan sertifikat keaslian.
- Pantau harga secara rutin melalui aplikasi atau situs resmi agar bisa menentukan waktu beli dan jual yang tepat.
- Gunakan layanan penyimpanan aman, baik brankas pribadi maupun fasilitas digital berbasis blockchain.
- Diversifikasi portofolio, jangan letakkan seluruh dana di satu aset.
- Hindari euforia pasar, karena harga emas tetap memiliki risiko koreksi tajam.
Dengan beragam faktor pendorong mulai dari kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, hingga krisis pasokan logam, prospek harga emas 2026 masih terlihat sangat kuat.
Meski beberapa lembaga memperkirakan koreksi bisa terjadi, mayoritas analis sepakat bahwa arah jangka panjang tetap bullish.
Apakah emas benar-benar akan menembus US$10.000 bahkan US$30.000 per ons seperti prediksi ekstrem? Waktu yang akan menjawab.
Namun satu hal pasti: emas tetap menjadi aset andalan untuk melindungi nilai di tengah badai ketidakpastian global.





