Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Aglomerasi dan Desa Wisata Angkat Pariwisata Jawa Tengah Tertinggi Nasional
BeritaEkonomiJateng

Aglomerasi dan Desa Wisata Angkat Pariwisata Jawa Tengah Tertinggi Nasional

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 9 Januari 2026 18:18
Nestya Zahra
Membagikan
Gubernur Jateng dongkrak ekonomi dari Sektor Pariwisata
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi terus mendorong sektor Pariwisata untuk tingkatkan ekonomi masyarakat. (dok.Pemprov Jateng)
Membagikan

SEKTOR pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu pertumbuhan sektor ini melalui pengembangan kawasan aglomerasi wisata serta penguatan desa wisata, yang terbukti mengantarkan Jawa Tengah mencatat capaian pariwisata tertinggi secara nasional sepanjang 2025.

Contents
  • Kembangkan Kawasan Aglomerasi Wisata
  • Dorong Diversifikasi Produk Wisata

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pariwisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Pariwisata menjadi instrumen penting untuk meningkatkan PAD dan memperkuat ekonomi daerah. Karena itu, destinasi wisata terus kita perbanyak dan perkuat,” ujar Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.

Kembangkan Kawasan Aglomerasi Wisata

Menurut Ahmad Luthfi, keunggulan pariwisata Jawa Tengah terletak pada pengembangan kawasan aglomerasi wisata yang terintegrasi antarwilayah. Sejumlah kawasan unggulan seperti Kopeng, Borobudur, dan Rawapening dikembangkan sebagai simpul destinasi yang saling terkoneksi guna memperpanjang lama tinggal wisatawan.

“Jawa Tengah memiliki aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, dan Rawapening yang terus kita kembangkan secara terpadu,” katanya.

Baca juga  Kapolresta Cilacap Turun Langsung Amankan Mapolresta dari Ancaman Massa Anarko

Selain aglomerasi wisata, Pemprov Jateng juga menjadikan desa wisata sebagai tulang punggung pemerataan ekonomi pariwisata. Saat ini, terdapat sekitar seribu desa wisata yang aktif menjadi bagian dari ekosistem pariwisata daerah.

Pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Desa yang semula berskala lokal didorong naik kelas menjadi destinasi antardaerah hingga berorientasi internasional. Penetapan desa wisata tersebut telah diperkuat melalui surat keputusan (SK) kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota.

“Para bupati dan wali kota sudah menetapkan desa wisata melalui SK. Dari wisata lokal, bisa berkembang menjadi wisata regional bahkan internasional,” jelasnya.

Dorong Diversifikasi Produk Wisata

Untuk memperluas segmentasi pasar, Pemprov Jateng juga mendorong diversifikasi produk pariwisata. Selain wisata alam dan sejarah, pengembangan wisata kuliner, wisata budaya, serta wisata ramah muslim menjadi fokus peningkatan daya saing.

“Kita dorong wisata kuliner, budaya, dan wisata ramah muslim. Jawa Tengah ini strategis karena berada di tengah Pulau Jawa,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, pengembangan wisata ramah muslim telah menjadi bagian dari visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Wisata ramah muslim sudah masuk dalam visi-misi kita,” tegasnya.

Baca juga  Warga Jateng Diimbau Rayakan Tahun Baru Tanpa Euforia Berlebihan

Kunjungan Wisatawan Terus Meningkat

Strategi tersebut sejalan dengan capaian kinerja sektor pariwisata Jawa Tengah. Berdasarkan riset CNBC Indonesia Research, daya tarik pariwisata Jawa Tengah menempati peringkat tertinggi nasional dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp2,77 triliun sepanjang 2025.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah pada 2025 mencapai 68,88 juta orang atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kunjungan wisatawan mancanegara juga tumbuh signifikan sebesar 28 persen menjadi 593.168 orang.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.

Sejumlah destinasi unggulan seperti Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, kawasan Borobudur, serta Dataran Tinggi Dieng masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:BanjarnegaraGuberbur Jatengjawa tengahpariwisataseputar banyumasWisata Dieng
Artikel Sebelumnya perahu Perahu Terbalik di Muara Sungai Bodo Logending Kebumen
Artikel Selanjutnya Banyumas swasembada pangan Banyumas Menuju Swasembada Pangan
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?