SIAPA Sangka, dari kandang sederhana di samping rumah, Poniman, seorang pemuda asal Banjarnegara mampu meraup jutaan rupiah setiap bulan. Warga Desa Kasmaran, Kecamatan Pagentan ini, sukses mengembangkan usaha ternak kambing perah dan menjadikan susu kambing segar sebagai sumber penghasilan harian yang menjanjikan.
Berbekal lahan terbatas, Poniman membangun kandang sederhana untuk memelihara sekitar 40 ekor kambing jenis Sapera. Kambing Sapera sendiri merupakan hasil persilangan kambing Saanen dan Jawa Randu yang dikenal memiliki produktivitas susu cukup tinggi.
Produksi Susu Harian Jadi Andalan
Dari puluhan kambing yang dimiliki, saat ini terdapat sekitar 10 ekor kambing betina yang sudah produktif menghasilkan susu segar. Setiap ekor kambing mampu memproduksi sekitar satu liter susu per hari pada masa laktasi pertama.
“Untuk laktasi pertama memang sekitar satu liter per ekor. Tapi kalau sudah laktasi kedua dan ketiga, produksinya bisa naik antara 1,5 liter hingga 3 liter per hari,” ujar Poniman.
Selain kambing perah, ia juga memiliki indukan, pejantan, serta beberapa anakan yang menjadi aset pengembangan usaha di masa mendatang.
Kunci Utama: Kebersihan dan Perawatan
Menurut Poniman, perawatan kambing Sapera tidak jauh berbeda dengan kambing pada umumnya. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan saat proses pemerahan susu.
“Kebersihan itu kunci utama. Mulai dari tangan, peralatan, sampai kandang harus bersih. Setelah diperah, susu langsung dikemas per liter dan disimpan di freezer agar kualitas tetap terjaga,” jelasnya.
Harga Susu Kambing Stabil, Cuan Datang Setiap Hari
Keunggulan utama usaha susu kambing perah adalah pemasukan harian yang relatif stabil. Saat ini, harga susu kambing segar di tingkat peternak berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per liter.
“Usaha ini cocok untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kita tidak perlu menunggu lama seperti ternak potong. Susu kambing ini bisa diambil setiap hari dan harganya cukup bagus,” katanya.
Dengan 10 ekor kambing perah aktif, Poniman mengaku mampu meraih omzet sekitar Rp4,5 juta per bulan.
Anak Kambing Dianggap Bonus
Menariknya, Poniman menganggap anakan kambing, khususnya yang berjenis kelamin jantan, sebagai nilai tambah di luar perhitungan bisnis utama.
“Fokus kami tetap di produksi susu harian. Kalau ada cempe, terutama yang jantan, itu kami anggap bonus karena tidak masuk dalam hitung-hitungan usaha utama,” ujarnya.
Peluang Usaha Peternakan Skala Rumah Tangga
Dengan produksi yang stabil dan permintaan pasar yang terus ada, Poniman optimistis usaha ternak kambing perah miliknya akan terus berkembang. Ia ingin membuktikan bahwa budidaya kambing perah bisa menjadi peluang ekonomi yang layak, bahkan jika dimulai dari skala rumahan.
“Harapannya ke depan bisa terus berkembang. Kalau jumlah kambing perah bertambah, tentu omzet juga ikut naik,” katanya.
Kisah Poniman menjadi bukti bahwa sektor peternakan, khususnya susu kambing segar, masih menyimpan peluang besar bagi masyarakat pedesaan yang ingin membangun usaha mandiri dengan modal terbatas.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







