Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > 3 Anak Terindikasi Trauma Pasca Longsor Situkung, Pendampingan Psikologi Dimulai
Banjarnegara

3 Anak Terindikasi Trauma Pasca Longsor Situkung, Pendampingan Psikologi Dimulai

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 27 November 2025 15:55
Syarif TM
Membagikan
Psikolog tangani trauma
Psikolog melakukan penanganan trauma pada korban longsor Pandanarum. (dok.PMI Banjarnegara)
Membagikan

BENCANA tanah longsor masih menyisakan trauma bagi keluarga korban bencana yang menimpa Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara. Tidak hanya kehilangan rumah dan harta benda, sebagian dari mereka juga mengalami tekanan psikologis akibat kejadian tersebut.

Contents
  • Tiga Anak Terindikasi Butuh Pendampingan Khusus
  • Pendampingan Trauma Akan Dilakukan Berkelanjutan
  • Konseling Individual Sudah Berjalan
  • Solidaritas untuk Pemulihan Emosional

Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Jawa Tengah, Gones Saptowati, menegaskan bahwa pemulihan kondisi psikologis korban harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan, mengingat tidak semua penyintas memiliki kemampuan adaptasi emosional yang sama dalam menghadapi trauma.

“Setiap orang memiliki respons psikologis berbeda. Terlebih bagi mereka yang hidup di pengungsian. Karena itu, penanganan trauma harus terkoordinasi dan tidak dilakukan secara parsial,” ujar Gones saat melakukan pendampingan di SDN 2 Pandanarum.

Tiga Anak Terindikasi Butuh Pendampingan Khusus

Dari asesmen awal yang dilakukan tim psikolog, ditemukan 3 anak dari 38 anak penyintas menunjukkan tanda ketidaknyamanan emosional. Kondisi ini masih tergolong reaksi normal dalam situasi tidak normal, namun tetap harus dipantau.

Baca juga  Tingkatkan Kapasitas Relawan, TRC Penanggulangan Bencana Gelar Latber

“Kami sudah melakukan beberapa metode intervensi, mulai dari art therapy hingga pendampingan emosional untuk mengamati apakah ada gejala trauma serius yang berkembang,” katanya.

Pendampingan Trauma Akan Dilakukan Berkelanjutan

Gones yang juga tergabung dalam relawan PMI Banjarnegara mengatakan pemulihan psikologis tidak bisa dilakukan dalam satu kali kunjungan. Karena itu, ia menilai perlu ada sistem pendampingan terstruktur.

Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan psikolog Polri, RSUD Banjarnegara, organisasi sosial, hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, untuk menangani trauma korban longsor.

“Kami sedang menyiapkan program pemulihan psikologis terpadu sesuai standar protokol intervensi krisis,” katanya.

Pendampingan tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga remaja dan orang dewasa yang mengalami gejala stres pasca bencana.

Konseling Individual Sudah Berjalan

Sebagai bagian dari layanan berkelanjutan, tim juga memberikan layanan konseling individual bagi penyintas yang dirujuk oleh tenaga kesehatan.

“Konseling ini dilakukan berkala untuk memastikan kondisi psikologis para penyintas membaik dan tidak berkembang menjadi gangguan psikologis jangka panjang,” katanya.

Baca juga  Jelang Penilaian KKS 2025, DKK Gandeng Disnaker dan Apindo

Solidaritas untuk Pemulihan Emosional

Upaya pemulihan psikologis ini diharapkan dapat membantu para penyintas kembali menjalani hidup dengan lebih tenang di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Bagi Gones dan timnya, pendampingan bukan hanya soal terapi, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman dan harapan di tengah duka.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegarakorban longsorlongsor pandanarumpsikologistrauma
Artikel Sebelumnya Musisi Banjarnegara Bukan Konser Biasa: Musisi Banjarnegara Turun ke Jalan Demi Kemanusiaan
Artikel Selanjutnya Rakor kemiskinan Banjarnegara Angka Kemiskinan Banjarnegara Turun, Wabup: Masih Banyak yang Butuh Uluran Tangan
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Gus Mikh
Banjarnegara

Makna Isra Miraj 1447 H: Gus Mikh Banjarnegara Ajak Umat Jadikan Salat sebagai Penguat Iman di Era Modern

Oleh Heri C
Evaluasi Kader JKN
BanjarnegaraKebumenPurbalingga

Kader JKN Disiapkan Lebih Profesional, BPJS Kesehatan Kebumen Gelar Evaluasi

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?