Bisa Raup Cuan dari Sampah! Mengenal Maggot BSF, Solusi Jitu Atasi Limbah Organik Sekaligus Peluang Bisnis Menggiurkan

Heri C
Yelli Harmoko (kanan) saat melihat langsung proses peternakan maggot yang sudah memanfaatkan sampah organik menjadi pakan maggot di Desa Majatengah Kalibening. (dok Heri C)

Masalah sampah organik yang kian menumpuk di berbagai wilayah Indonesia kini tak lagi hanya menjadi beban lingkungan, melainkan berbalik menjadi peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan.

​Salah satu solusi alam yang kini tengah naik daun adalah budidaya Maggot, atau larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF). Tak hanya ampuh mengurai limbah rumah tangga dalam waktu singkat, “ulat” ajaib ini ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai pakan ternak alternatif yang dicari para peternak tanah air.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan pada DPKPLH Kabupaten Banjarnegara, Yelly Harmoko mengatakan maggot dapat digunakan sebagai pakan alternatif untuk ikan, unggas, dan ayam, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pakan konvensional yang harganya semakin mahal. Selain itu, budidaya maggot juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Budidaya maggot adalah salah satu contoh ekonomi kreatif yang dapat mengatasi masalah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya, Jumat (23/1/2026).

Menurut Yelly, proses budidaya maggot relatif sederhana. Sampah organik dikumpulkan dan diolah menjadi media hidup maggot. Maggot kemudian dipelihara dan dipanen untuk digunakan sebagai pakan.

Baca juga  Tim KIP Jateng Lakukan Monev di Banjarnegara, Ini Hasilnya

Menurut berbagai sumber, kelebihan maggot sebagai pakan adalah kaya akan protein (hingga 60%), mengandung asam amino esensial, dan dapat meningkatkan kualitas daging ikan, unggas, dan ayam. Selain itu, budidaya maggot juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghasilkan pupuk organik yang kaya akan nutrisi.

“Budidaya maggot dapat menjadi salah satu solusi alam untuk mengatasi sampah organik dan meningkatkan ekonomi kreatif. Pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mengembangkan budidaya maggot sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” katanya.

Langkah-langkah sederhana untuk mengembangkan budidaya maggot di antaranya kumpulkan sampah organik dan olah menjadi media tanam untuk maggot. Lalu, pelihara maggot dan panen untuk digunakan sebagai pakan, gunakan maggot sebagai pakan alternatif untuk ikan, unggas, dan ayam, promosikan budidaya maggot sebagai salah satu contoh ekonomi kreatif.

“Dengan mengembangkan budidaya maggot, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sampah Organik Diblender

Untoro, peternak Maggot Desa Majatengah Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara mengatakan, dirinya ternak maggot sudah lebih dari 2 tahunan dan selama ini menggunakan sampah organik berupa kulit buah, sisa makanan dan sayuran. “Sampah tersebut diblender jadi bubur dan diberikan sebagai akan maggot,” katanya.

Baca juga  Hujan, Talud di Desa Cendana Longsor dan Ancam Rumah Warga

Maggot itu sendiri, kata Untoro, dijadikan pakan entok, ayam dan ikan dan hasilnya sangat berbeda dengan hewan yang diberi pakan pelet. ” Hewan lebih cepat gemuk dan besar. Selain itu, biaya pakan jadi lebih murah karena ternak maggot sendiri,” katanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.