Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering di Banjarnegara Mulai Bajir Pesanan

Heri C
Kesibukan “Dapoer’e Farkah Nasirin” di Dusun KalibeningGunung, Desa Sikumpul Banjarnegara, Minggu (8/3/2026). (Foto: Heri C)

Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan kue kering di Kabupaten Banjarnegara melonjak tajam. Pelaku usaha rumahan pun kebanjiran pesanan, bahkan hingga berkilo-kilo kue mulai dipesan dan dibuat selama Ramadan.

Salah satunya dialami usaha kue kering “Dapoer’e Farkah Nasirin” yang berada di Dusun Kalibening Gunung, Desa Sikumpul, Kecamatan Kalibening. Sejak awal Ramadan, dapur produksi milik Farkah nyaris tak pernah sepi dari aktivitas membuat dan mengemas kue.

Pemilik usaha, Farkah, mengatakan permintaan kue kering meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Bahkan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Menurutnya, lonjakan pesanan sudah mulai terasa sejak awal Ramadan. Jika pada hari biasa ia hanya mampu menjual sekitar dua kilogram kue kering, selama Ramadan penjualannya dapat meningkat hingga puluhan kilogram per hari.

“Kalau hari biasa paling sekitar dua kilo saja. Tapi saat Ramadan sampai menjelang Lebaran bisa puluhan kilo karena banyak yang pesan,” kata Farkah saat ditemui di rumah produksinya di Desa Sikumpul, Minggu (8/3/2026).

Tingginya permintaan tersebut membuat Farkah harus menambah tenaga kerja untuk membantu proses produksi. Saat ini ia dibantu lima orang karyawan yang bekerja setiap hari untuk membuat dan mengemas kue kering agar pesanan pelanggan bisa terpenuhi tepat waktu.

Baca juga  Bakhir, Penjaga Kebersihan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Klampok Banjarnegara yang Setia Mengabdi Sejak Remaja

“Sebagian besar pembeli memesan kue kering untuk kebutuhan Lebaran. Selain disajikan untuk tamu di rumah, kue kering juga kerap dijadikan bingkisan atau hantaran kepada keluarga maupun kerabat selama bulan Ramadan,” katanya.

Untuk memenuhi selera pelanggan, Farkah menyiapkan banyak jenis atau varian kue kering. Beberapa yang paling diminati di antaranya nastar, kastengel, putri salju, serta sejumlah kue kering modern yang kini banyak digemari pembeli.

“Kami membuat banyak varian kue kering. Yang paling banyak dicari biasanya nastar, kastengel, dan putri salju. Harganya per kilogram mulai Rp80 ribu sampai sekitar Rp100 ribuan,” ujar Farkah.

 

Ramadhan Merupakan Berkah Untuk Semua Manusia

Meningkatnya permintaan kue kering setiap Ramadan tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dengan adanya tambahan tenaga produksi, usaha rumahan seperti yang dijalankan Farkah turut membantu meningkatkan penghasilan masyarakat di desa tersebut.

“Akhirnya, banyak pesanan menjadikan pembuat kue kering merekrut tenaga tambahan sehingga menjadi tambahan penghasilan warga lain,” Darno, warga Sikumpul lainnya.

Baca juga  Tiket Lebaran Kereta Api 2026: Kapan Bisa Dipesan untuk Tujuan Purwokerto, Cilacap & Kebumen?

Lonjakan penjualan kue kering menjelang Idulfitri juga menunjukkan bahwa tradisi menyajikan kue untuk tamu saat Lebaran masih sangat kuat di tengah masyarakat. Tak heran, setiap Ramadan, pelaku usaha kue kering di berbagai daerah selalu mengalami peningkatan pesanan yang signifikan.

“Ramadhan menjadi bulan rejeki bagi semua umat manusia. Tidak hanya umat muslim saja, semuanya ikut merasakan berkah dan kebahagaiaannya,” katanya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!