MEMANFAATKAN Moment lebaran, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan silaturahmi ke ulama yang ada di Jawa Tengah. Dalam moment tersebut, gubernur menerima wejangan dari para ulama tentang pentingnya kesabaran dan memuliakan rakyat dalam menjalankan kepemimpinan.
Kegiatan silaturahmi ke ulama ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai kepemimpinan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Silaturahmi ke Ulama, Gubernur Dapat Wejangan Sabar dan Diminta Muliakan Sesama
Kunjungan silaturahmi ke ulama ini diawali dari Pondok Pesantren Terpadu Al-Fusha, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Di lokasi tersebut, Ahmad Luthfi bertemu dengan pengasuh pondok, Muhammad Dzilqon.
Dalam suasana hangat meski diguyur hujan, keduanya berdialog terkait kondisi masyarakat, termasuk adanya laporan tanggul Sungai Bremi yang jebol.
“Hujan terus dari semalam, Kiai. Ini tadi sudah ada laporan tanggul jebol di Pekalongan, habis ini saya ke sana,” ujar Ahmad Luthfi.
Menanggapi hal tersebut, KH Dzilqon memberikan pesan mendalam terkait kepemimpinan.
“Jenengan kedah sabar. Kudu mlaku, kudu sabar,” pesannya, yang berarti seorang pemimpin harus terus berjalan dengan penuh kesabaran.
Ia juga menekankan pentingnya sikap ramah, murah senyum, dan memuliakan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah.
Kunjungan ke Habib Luthfi dan Peninjauan Tanggul Jebol
Usai dari Al-Fusha, silaturahmi ke ulama yang dilakukan Ahmad Luthfiini dilanjutkan dengan melakukan silaturahmi ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya di kompleks Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan.
Dalam pertemuan tersebut, ia mengenang kedekatan yang telah terjalin hampir dua dekade, sejak dirinya menjabat sebagai Kapolres Batang. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Di sela agenda, Ahmad Luthfi juga meninjau langsung kondisi tanggul Sungai Bremi yang jebol di wilayah Pabean Barat, sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat yang dihadapi warga.
Lanjut ke Semarang, Perkuat Pesan Kepemimpinan
Rangkaian silaturahmi ke ulama ini dilanjutkan di Kota Semarang. Di sana, Ahmad Luthfi mengunjungi Shodiq Hamzah, pengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiyah Kaligawe.
Dalam pertemuan tersebut, ia kembali menerima pesan serupa terkait pentingnya kesabaran, ketulusan, serta menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.
Dorong Kolaborasi untuk Selesaikan Persoalan Daerah
Menanggapi berbagai wejangan dari para ulama, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jawa Tengah.
Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk bergerak bersama, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Kita dorong seluruh OPD berkolaborasi, termasuk bupati dan wali kota, agar kompak menyelesaikan persoalan masyarakat,” katanya.
Silaturahmi Jadi Momentum Penguatan Nilai Kepemimpinan
Rangkaian kunjungan silaturahmi ke ulama ini menegaskan bahwa silaturahmi Idulfitri bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai kepemimpinan.
Kesabaran, kebersamaan, dan keberpihakan kepada rakyat menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika dan tantangan pembangunan di Jawa Tengah.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



