Pemkab Banyumas Siapkan Lahan untuk Pembangunan Kantor Imigrasi Purwokerto

Besari
Suasana audiensi Pemkab Banyumas dengan jajaran kantor Imigrasi Jawa Tengah, di Ruang Joko Kaiman komplek Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (27/03/2026) siang. (Besari)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas berkomitmen penuh mendukung berdirinya Kantor Imigrasi di Purwokerto. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperpendek jarak pelayanan keimigrasian bagi warga Banyumas dan sekitarnya.

Kepastian dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, setelah bertemu dengan Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, di Rumah Dinas Bupati, Jumat (27/03/2026) siang.

“Dari kami akan support (dukung) penuh, kemudian dari Imigrasi butuh lahannya saja, biaya pembangunan kantornya akan ditanggung Imigrasi,” kata Bupati Sadewo.

Kehadiran kantor mandiri dinilai mendesak karena selama ini proses cetak paspor masih bergantung pada Kantor Imigrasi Cilacap, meskipun Banyumas sudah memiliki layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Seminggu tiga kali kita kirim kurir ke sana (Kantor Imigrasi Cilacap) untuk cetak paspor, hari Senin kirim, nanti hari Rabu ambil sambil kirim lagi, begitu. Ini ‘kan memudahkan pelayanan untuk masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab telah menyiapkan lahan di area strategis sekitar Terminal Bulupitu, Jalan Sultan Agung. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat, khususnya para pekerja migran.

Baca juga  Kebondalem Purwokerto Siap Move On: Dari Gedung Mangkrak Jadi Pusat Sportainment!

“Di situ kita punya aset delapan hektare. Kalau datang ke Kantor Imigrasi kan bisa naik bus,” kata Sadewo.

Di sisi lain, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jateng, Haryono Agus Setiawan, menjelaskan bahwa realisasi fisik kantor ini masih menunggu lampu hijau dari Kemenpan RB.

Haryono menyebut estimasi waktu penetapan keputusan sekitar satu tahun sebelum pembangunan dimulai.

“Proses penetapan biasanya sekitar satu tahun, setelah ada keputusan baru bisa dilaksanakan pembangunannya,” ujar Haryono.

Menurut Haryono, Purwokerto dipandang sebagai hub penting yang menghubungkan wilayah Purbalingga, Cilacap, hingga Tegal. Kehadiran banyak perguruan tinggi dan tingginya angka pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah ini menjadi alasan kuat pengadaan kantor mandiri.

Dia optimis kehadiran kantor ini akan memangkas birokrasi bagi masyarakat setempat.

“Dengan adanya Kantor Imigrasi di Purwokerto, pelayanan publik akan semakin dekat dan memudahkan masyarakat karena tidak harus ke Kantor Imigrasi Cilacap,” kata dia.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!