GELARAN Seni pertunjukan dan kesenian tradisional dinilai masih memiliki peran strategis sebagai media komunikasi publik, termasuk dalam mengampanyekan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Pendekatan berbasis budaya dianggap lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dipahami lintas usia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banjarnegara, Sagiyo, saat membuka kegiatan Sosialisasi Perundang-undangan di Bidang Cukai dan Penguatan Komunikasi Publik di Sasana Karya Praja Setda Banjarnegara, Selasa (30/12/2025).
Menurut Sagiyo, kesenian tradisional memiliki kekuatan pesan yang kuat apabila dirawat dan dikemas dengan baik. Karena sifatnya yang merakyat, seni pertunjukan mampu menjadi sarana efektif dalam menyebarluaskan informasi publik, termasuk edukasi terkait bahaya dan dampak peredaran cukai ilegal.
“Jika dikelola dengan baik, kesenian tradisional tetap relevan dan efektif sebagai media penyampaian informasi, salah satunya untuk menyosialisasikan kampanye anti cukai ilegal,” ujarnya.
Dorong Pegiat Seni Kampanyekan Pemberantasan Cukai Ilegal
Ia juga mendorong para pelaku dan penggiat seni tradisional agar lebih aktif membangun komunikasi, berbagi informasi, serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat pesan-pesan edukatif kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Purwokerto, Jumino, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan pentingnya kegiatan sosialisasi ini dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya terkait peredaran rokok bercukai ilegal.
Menurutnya, rokok dengan cukai ilegal tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berdampak langsung pada kerugian keuangan negara yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan pelayanan publik.
“Penyebarluasan informasi melalui berbagai media diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat dalam mendukung upaya pemberantasan cukai rokok ilegal,” jelas Jumino.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai unsur, antara lain Forum Komunikasi Media Tradisional (FK-Metra), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Pramuka Saka Milenial, serta media radio di Kabupaten Banjarnegara. Para peserta diharapkan dapat menjadi agen informasi di lingkungannya masing-masing.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







