DAMPAK bencana tanah longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara terus meluas. Tak hanya merusak puluhan rumah warga, sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat juga mengalami kerusakan parah.
Total kerugian dari pertanian, peternakan, dan infrastruktur pendukung pertanian di wilayah tersebut ditaksir menembus angka Rp 4,1 miliar.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dinkanak) Banjarnegara, Firman Adhi, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan di lapangan terdapat 44 hektare lahan pertanian yang terdampak longsor. Lahan tersebut sebelumnya ditanami padi, jagung, cabai, tomat, nilam, hingga kapulaga.
“Untuk sektor pertanian saja, kerugian mencapai Rp 2,9 miliar. Angka itu belum termasuk kerusakan infrastruktur pertanian, peternakan, dan sektor lainnya,” ujarnya.
Ratusan Ternak Hilang
Selain lahan pertanian, bencana longsor yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) itu juga memukul sektor peternakan. Puluhan ternak warga hilang atau tertimbun material longsor.
Dari pendataan, sedikitnya 30 ekor sapi dan 250 kambing milik warga ikut menjadi korban dan tertimbun material longsoran. Meski dari kejadian ini masih banyak ternak yang berhasil diselamatkan kemudian dijual atau dititipkan ke keluarga di desa sekitar.
“Kerugian dari sektor peternakan ditaksir mencapai Rp 640 juta,” kata Firman.
Sebagai bentuk dukungan, asosiasi kambing-domba di Banjarnegara memberikan bantuan pakan bagi ternak yang selamat dan berhasil dievakuasi.
Irigasi Rusak, Jadi Ancaman Pada Sektor Pertanian
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur pendukung pertanian. Sejumlah fasilitas seperti embung, saluran irigasi pipa, irigasi sekunder, dan pendukung lainnya rusak tertimbun longsor.
Firman menyebut, salah satu saluran irigasi yang rusak merupakan jalur vital yang mengairi lebih dari 20 hektare tanaman padi. Dengan rusaknya jaringan irigasi tersebut, sebagian sawah tidak lagi teraliri air sehingga tidak dapat ditanami.
“Longsor ini telah menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor pertanian, peternakan, dan infrastruktur pendukung. Dari perhitungan sementara, total kerugian mencapai Rp 4,1 miliar,” katanya.
Pemkab Banjarnegara masih melakukan verifikasi lanjutan terhadap potensi kerusakan lain yang belum terdata, sembari menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian dan peternakan warga.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





