RIBUAN jenis tanaman bonsai ikut serta dalam gelaran Pameran Bonsai Nasional dan Exhibition Suiseki 2025 yang dilaksanakan di halaman parkir Stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara.
Pameran Bonsai Nasional yang berlangsung mulai 27 Nopember hingga 1 Desember ini mengusung tema ‘Pesona Bonsai dan Suiseki Dawet Ayu Menuju Banjarnegara Maju dan Sejahtera’. Secara resmi pameran ini dibuka oleh Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana, Kamis (27/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menyampaikan bahwa, kegiatan ini bukan hanya sekadar pameran, melainkan juga bagian dari upaya memperkuat seni, budaya, dan ekonomi kreatif lokal, sekaligus kegiatan ini dapay mempromosikan Banjarnegara sebagai daerah yang kaya potensi wisata.
“Bonsai bukan hanya hobi. Ini bentuk kecintaan terhadap alam, seni, dan kesabaran. Nilainya bukan hanya estetika, tapi juga ekonomi yang bisa berkembang tanpa batas,” ujarnya.
Seni yang Dekat dengan Alam dan Filosofi Hidup
Bupati menilai bahwa kehadiran pameran bonsai berskala nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan seni bonsai dan suiseki kepada masyarakat luas. Baginya, seni yang tumbuh dari alam ini memiliki pesan penting di tengah fakta bahwa 75 persen wilayah Banjarnegara merupakan kawasan rawan bencana.
“Kecintaan terhadap tanaman adalah langkah kecil menjaga bumi. Kalau bukan kita yang mulai, bagaimana nanti generasi setelah kita mewarisi lingkungan yang baik?” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan agar menjadi kalender rutin tahunan sekaligus daya tarik wisata baru bagi Banjarnegara.
Peserta Pameran Bonsai Membludak, Pecahkan Rekor
Ketua PPBI Banjarnegara, Akhmad Arifin Hidayat, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan acara. Ia menyebutkan bahwa tahun ini menjadi salah satu gelaran terbesar yang pernah diadakan.
“Ada 1.177 bonsai dan 166 suiseki yang ikut serta. Pesertanya datang dari berbagai daerah, mulai dari Bali, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi,” katanya.
Menurutnya, pameran bonsai berskala nasional ini tidak hanya menjadi ruang pamer karya seni bernilai tinggi, tetapi juga wadah silaturahmi, berbagi teknik, pelatihan, hingga peluang bisnis bagi pelaku seni bonsai dan suiseki.
Mendorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Dengan jumlah peserta dan pengunjung yang terus meningkat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata pada perekonomian lokal, mulai dari sektor kuliner, akomodasi, UMKM, hingga industri tanaman hias.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun, diperluas, dan mendapat dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





