PASAR Rakyat yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara di Alun-alun Banjarnegara menjadi magnet pergerakan ekonomi pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, mencatat total transaksi mencapai Rp567 juta dari stand UMKM yang berpartisipasi.
Capaian tersebut menunjukkan kuatnya potensi ekonomi kerakyatan di Banjarnegara, sekaligus menjadi bukti bahwa perayaan akhir tahun dapat dikemas secara produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pasar Rakyat ini diinisiasi sebagai upaya mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif daerah. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggandeng berbagai pihak, mulai dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hingga komunitas kreatif, guna menghidupkan suasana kota sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Dukung UMKM, Bupati Instruksikan ASN Belanja di Pasar Rakyat
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, bahkan mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banjarnegara untuk berpartisipasi aktif. Para ASN diwajibkan berbelanja produk UMKM dan membagikan aktivitas tersebut melalui media sosial.
“Sifatnya wajib agar ASN ikut ‘nglarisi’ teman-teman UMKM. Mau beli cilok, dawet, batik, atau kerajinan, silakan, lalu diunggah sebagai bentuk partisipasi nyata,” ujar Bupati Amalia.
Selain itu, seluruh stan UMKM dalam Pasar Rakyat digratiskan oleh pemerintah daerah. Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan konkret agar pelaku usaha kecil dapat berkembang tanpa terbebani biaya sewa.
Pelaku Usaha Rasakan Manfaat Langsung
Dampak positif pun dirasakan langsung oleh para pedagang. Nilam, pelaku usaha mebel, mengaku penjualannya meningkat signifikan selama pameran berlangsung dibandingkan hari biasa. Hal serupa dirasakan Irfan, pedagang makanan siap saji, yang menilai Pasar Rakyat jauh lebih bermanfaat dibandingkan perayaan tahun baru yang hanya berisi hiburan semata.
“Alhamdulillah, berkah tahun baru. Masyarakat senang, pedagang juga senang. Lebih baik acara seperti ini daripada hura-hura kembang api,” katanya.
Ikut Dongkrak Promosi Pariwisata dan Kuliner Tradisional
Tak hanya sektor kuliner modern, potensi desa wisata juga ikut terangkat. Supri, pengelola wisata dari Desa Dawuhan, Kecamatan Wanayasa, berhasil menarik ratusan pengunjung melalui sajian khas Bubur Srintil. Ia menilai Pasar Rakyat sebagai sarana promosi efektif untuk mengenalkan kekayaan desa kepada publik yang lebih luas.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, menjelaskan bahwa angka transaksi Rp567 juta tersebut baru berasal dari pencatatan resmi di stan Pasar Rakyat.
“Angka itu belum termasuk pedagang di sekitar alun-alun yang ikut kecipratan rezeki. Ini menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan pendapatan masyarakat menuju Banjarnegara yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ke depan, Pasar Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi agenda musiman akhir tahun, melainkan dapat digelar secara rutin sebagai etalase produk unggulan Banjarnegara sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







