UPAYA mendorong kemandirian ekonomi santri kembali dilakukan di Banjarnegara, kali ini para peserta dilatih membuat pakan ikan berbahan dasar eceng gondok. Program yang digelar di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudhotul Qur’an Banjarnegara, ini diikuti oleh santri serta alumni dari berbagai pondok pesantren di Banjarnegara.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Santri Gayeng Nusantara (SGN) Banjarnegara dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para santri dengan keterampilan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Eceng Gondok, Gulma yang Dipandang Sebelah Mata Jadi Pakan Bernilai Tinggi
Koordinator pelatihan, Ags Ulinuha (Gus Ulin), menjelaskan bahwa eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai pengganggu ekosistem air ternyata bisa diolah menjadi pakan ikan yang bernilai ekonomis.
“Eceng gondok tumbuh sangat cepat dan sering menutup permukaan perairan. Tetapi melalui pelatihan ini, santri diajari mengolahnya menjadi pakan ikan. Bahan ini mudah ditemukan di Banjarnegara sehingga bisa menekan biaya produksi,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, para santri mempelajari proses lengkap, mulai dari pembersihan eceng gondok, pengeringan, fermentasi, hingga pencampuran dengan bahan kaya protein agar pakan yang dihasilkan memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.
Keterampilan untuk Kemandirian Ekonomi Santri
Ketua SGN Jawa Tengah, KH Muhammad Chamzah Hasan, yang juga Pengasuh Ponpes Tanbihul Ghifiliin Banjarnegara, menegaskan bahwa program ini menjadi bekal nyata bagi santri setelah lulus.
“Santri tidak hanya harus kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan hidup. Pengolahan eceng gondok menjadi pakan ikan ini sangat potensial, apalagi kebutuhan pakan ikan di Jawa Tengah tinggi dan terus meningkat,” ujarnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha kecil oleh para alumni pesantren, baik secara individu maupun melalui kelompok usaha pesantren.

Dukungan Pemerintah untuk Pemberdayaan Berbasis Lokal
Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Candra Yuliawan, menyebutkan pelatihan berbasis potensi lokal menjadi strategi penting pemerintah dalam mengurangi pengangguran.
“Kami mendukung pelatihan yang mudah diterapkan di masyarakat. Eceng gondok melimpah di Banjarnegara. Jika diolah menjadi pakan, nilai ekonominya bisa meningkat signifikan,” katanya.
Disnakertrans juga berkomitmen memberikan pendampingan bagi peserta yang ingin membuka usaha mandiri setelah mengikuti pelatihan.
Antusiasme Tinggi dari Santri
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi teori dan praktik. Mereka langsung mempraktikkan proses produksi mulai dari bahan mentah hingga pakan siap cetak. Bahkan, hasil olahan praktik langsung diterapkan pada kolam ikan yang ada di kompleks Pesantren tersebut.
“Ternyata eceng gondok tidak hanya gulma, tetapi bisa menjadi pakan ikan. Ilmu ini bermanfaat sekali untuk bekal kami ke depan,” kata Amin, peserta pelatihan.
Peluang Ekonomi untuk Pesantren dan Masyarakat
Banjarnegara memiliki banyak pesantren yang berpotensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Melalui pelatihan ini, pesantren dapat mengembangkan unit usaha berbasis pakan ikan.
Selain memenuhi kebutuhan internal, hasil produksi santri dapat dipasarkan ke pembudidaya ikan air tawar di Banjarnegara, termasuk untuk kebutuhan pakan ikan di luar daerah.
Selain itu, dengan melimpaknya bahan baku di Banjarnegara, maka pengolahan eceng gondok menjadi pakan ikan ini menjadi satu peluang pelatihan para santri untuk pengembangan ekonomi pesantren.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







