SUASANA haru masih menyelimuti Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, setelah longsor besar pada Minggu (16/11/2025) merusak lebih dari 30 rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Di tengah kondisi sulit itu, kepedulian hadir dari Santri Gayeng Nusantara (SGN) yang bergerak cepat mengirimkan bantuan darurat.
Tim SGN datang membawa berbagai kebutuhan penting, mulai dari kasur, selimut, bantal, pakaian anak, pembalut, sabun mandi, sabun cuci, minyak goreng, jajanan anak, hingga logistik permakanan. Bantuan ini dipersiapkan setelah SGN melakukan koordinasi dengan relawan yang sejak awal berjibaku di lokasi bencana.
Organisasi sosial yang beranggotakan mayoritas santri ini mengirimkan berbagai bantuan darurat untuk para korban longsor yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara.
Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Pengungsi
Ketua SGN Jawa Tengah, KH Muhammad Chamzah Hasan, menjelaskan bahwa bantuan yang dikirimkan kali ini merupakan kebutuhan darurat yang sangat dibutuhkan warga korban longsor Pandanarum. SGN memastikan setiap barang yang disalurkan telah melalui proses identifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian kami. Jenis bantuannya mulai dari kasur, selimut, bantal, pakaian anak, pembalut, minyak goreng, hingga logistik permakanan. Semua dipilih berdasarkan laporan kebutuhan dari petugas yang bekerja langsung di lokasi bencana,” ujar Chamzah.
Ia menegaskan bahwa SGN tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menurunkan relawan yang bergabung dengan relawan lain di lokasi bencana, para relawan SGN ini diterjunkan untuk membantu proses distribusi dan pendampingan warga di pengungsian.
Instruksi Langsung dari Panglima SGN, Taj Yasin Maimoen
Pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Panglima SGN sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH Taj Yasin Maimoen. Meski berencana menyerahkan bantuan secara langsung, ia berhalangan hadir karena agenda mendesak.
Dengan menggunakan tiga kendaraan box, Santri Gayeng Nusantara yang dipimpin langsung oleh Ketua SGN Jateng KH Muhammad Chamzah Hasan langsung hadir ke lokasi, serta memberikan semangat para para relawan untuk tetap semangat dan ikhlas dalam misi kemanusiaan.
“Sebenarnya beliau ingin meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan. Namun karena ada kewajiban lain yang tidak bisa ditinggalkan, penyerahan bantuan akhirnya kami wakilkan. Yang pasti, personel Santri Gayeng Nusantara tetap bersiaga di lokasi bencana membantu warga sejak hari pertama,” jelas Chamzah.
Relawan SGN di lapangan turut aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendistribusian logistik, pendataan kebutuhan, hingga membantu menjaga ketertiban posko pengungsian.
Apresiasi dari Petugas Posko
Bantuan tersebut diterima oleh petugas posko tanggap darurat di Desa Pandanarum. Tim Reaksi Cepat (TRC) menyampaikan apresiasi atas dukungan cepat SGN yang dinilai membantu meringankan beban pemerintah dan tim penyelamat.
“Sebelumnya kami sudah berkoordinasi mengenai kebutuhan mendesak para pengungsi, dan hari ini kami menerima bantuan tersebut. Bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan harian warga,” kata Triadi, petugas logistik TRC di lokasi longsor.
Ia menyebutkan, bantuan dari Santri Gayeng Nusantara mencakup kasur, bantal, selimut, pakaian anak, jajanan anak, bumbu masak, sabun mandi, sabun cuci, pembalut, hingga minyak goreng. “Semua bantuan ini akan kami distribusikan kepada pengungsi. Terima kasih SGN yang sudah merespons cepat,” ujarnya.
Santri Gayeng Nusantara Siap Kirim Bantuan Susulan
Meski sudah menyalurkan sejumlah bantuan, Santri Gayeng Nusantara memastikan tetap membuka peluang untuk mengirimkan bantuan susulan apabila kondisi lapangan masih membutuhkan dukungan lebih lanjut, termasuk personel tambahan dalam penanganan di lokasi bencana.
“Kami tidak ingin berhenti sampai di sini. Selama dibutuhkan, SGN akan terus hadir. Ini sesuai tekad kami untuk memberikan manfaat seluas mungkin bagi masyarakat,” tegas Chamzah Hasan.
Semangat Gotong Royong untuk Mempercepat Pemulihan
Di tengah upaya penanganan bencana, gotong royong menjadi kekuatan utama masyarakat Pandanarum. Sejumlah pihak, termasuk BPBD, TNI, Polri, SAR, BPBD, PMI, RAPI, relawan, dan organisasi masyarakat seperti Santri Gayeng Nusantara, terus bersinergi mulai dari pencarian warga yang diduga hilang, membersihkan material longsor, menyalurkan bantuan, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Diharapkan, sinergi ini mampu mempercepat pemulihan pascabencana sehingga warga yang terdampak dapat segera kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





