Unik, Ada Masjid di Banjarnegara Gunakan Kayu Ratusan Tahun dan Batu Kali

Heri C
Penampakan masjid unik yang berada di Ponpes Alif Baa Bawang Banjarnegara, Selasa (10/3/2026). (Foto: Heri C)

Sebuah masjid dengan arsitektur tak biasa berdiri di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Masjid bernama Alif Baa ini dibangun dengan konsep tradisional yang memadukan material alami dan filosofi dalam ajaran Islam.

Masjid tersebut berada di lingkungan Pondok Pesantren Alif Baa, Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang Banjarnegara. Bangunan berukuran sekitar 15 x 15 meter itu mampu menampung hingga sekitar 500 jamaah. Meski tidak terlalu besar, suasana di dalam masjid terasa teduh berkat dominasi material kayu, batu alam, dan atap ijuk yang memberi kesan alami.

Dinding masjid tersusun dari batu kali yang ditata rapi. Selain memberi kesan kokoh, batu-batu tersebut juga dimaknai sebagai simbol keteguhan. Dalam filosofi yang diusung pembangunnya, batu dianggap sebagai dasar penopang sebuah bangunan, sebagaimana manusia diharapkan mampu menjadi penopang kebaikan dan memberi manfaat bagi sesama.

Di bagian dalam berdiri empat tiang utama atau soko guru yang terbuat dari kayu sanakeling dan kayu jati. Kayu tersebut diperkirakan berusia sekitar 650 tahun. Empat tiang ini dimaknai sebagai lambang empat pilar utama kehidupan seorang muslim, yaitu iman, ibadah, ilmu, dan akhlak.

Baca juga  Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Bagi Keluarga Rusmini Dalam Pendidikan

Pada bagian mihrab atau tempat imam memimpin salat, terdapat kayu yang diperkirakan berusia hingga 1.250 tahun. Sementara pada bagian atap terdapat delapan tanduk dari ijuk. Angka delapan itu dimaknai sebagai harapan agar silaturahmi antarumat manusia senantiasa terjaga dan tidak terputus.

Keunikan lain terlihat dari adanya ruang kecil di sisi kanan dan kiri bagian dalam masjid. Ruang tersebut digunakan para santri untuk melakukan suluk, yakni kegiatan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui ibadah dan perenungan.

Masjid Pondok Pesantren Alif Baa Banjarnegara
Penampakan masjid unik yang berada di Ponpes Alif Baa Bawang Banjarnegara, Selasa (10/3/2026). (Foto: Heri C)

KH Khayatul Makki, Pengasuh Pondok Pesantren Alif Baa mengatakan jika mengumpulkan kayu berusia ratusan hingga ribuan tahun bukan perkara mudah. Ia harus berkeliling ke berbagai daerah di Pulau Jawa selama bertahun-tahun untuk mencari material yang dianggap layak digunakan.

“Sebagian kayu bahkan ditemukan dalam kondisi telah lama terkubur di dalam tanah, sebelum kemudian diolah dan dijadikan bagian dari bangunan masjid yang kini berdiri kokoh di lingkungan pesantren tersebut,” katanya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Jaga Aset Vital Nasional, BNPT Lakukan Asessment di UBP Mrica