Purwokerto diselimuti cuaca cerah pada Kamis sore itu. Langit biru di atas Karangwangkal menjadi kontras yang menyakitkan dengan pemandangan di halaman rumah duka.
Di sana, di antara deretan kerabat, tetangga, dan rekan sejawat yang berjajar, isak tangis itu pecah saat jenazah Aris Munadi, SH diangkat menuju mobil ambulans.
Sebagian mencoba menenangkan keluarga yang luruh dalam duka, mengiringi langkah terakhir almarhum.
Setelah disalatkan di kelurahan setempat, jenazah Aris Munadi dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangwangkal. Rekan-rekan dari Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) ikut mengantar hingga liang lahat, sekitar pukul 15.00 WIB.
Di balik kekhusyukan pelepasan itu, tersemat satu pertanyaan besar yang menggantung dalam komunitas advokat dan masyarakat, misteri di balik kematian Aris Munadi.
Kabar duka mulai tersiar sejak Kamis pagi, membawa cerita getir tentang penemuan jenazah Aris Munadi. Jasadnya ditemukan terkubur di kawasan hutan Kubangkangkung, Kawunganten, Kabupaten Cilacap, pada Rabu malam.
Kabar ini sontak mengguncang, terutama setelah Aris Munadi dinyatakan hilang selama sekitar tiga pekan. Awalnya, sebagian sulit memercayai, sementara tanda tanya besar masih menyelimuti. Namun, temuan pilu itu telah dibenarkan oleh tim Reskrim Polresta Cilacap.
Wakil Ketua 2 Bidang Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) DPC PERADI Purwokerto, Saleh Darmawan, SH MH yang ditemui saat pemakaman, menceritakan kembali kronologi upaya pencarian yang menegangkan hingga penemuan jenazah.
“Kami terus berkomunikasi dengan Polresta Banyumas. Pada hari Rabu, kami dari jajaran pengurus Peradi bersama tim pencari fakta melakukan rapat bersama pihak Satreskrim Polresta Banyumas dan tim Resmob Polresta Cilacap,” kata Saleh.
Dalam pertemuan maraton itu, kedua pihak bertukar berbagai informasi krusial terkait hilangnya Aris. Setelah mengerucutkan analisa, tim gabungan bergerak cepat melakukan penyisiran dan penangkapan, hingga akhirnya titik terang muncul di tengah malam.
“Pada sekitar jam 11 malam, kami mendapat kabar bahwa pelaku sudah ditemukan. Lalu sekitar pukul 00.30 dini hari, kami kembali memperoleh informasi bahwa Mas Aris Munadi telah ditemukan di sebuah hutan di wilayah Kubang Kangkung. Beliau ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, terkubur di sana,” jelas Saleh dengan nada prihatin.
Sebelum dinyatakan hilang, advokat Aris Munadi terakhir kali terlihat pada Jumat (21/11/2025) pagi. Ia berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 08.30 WIB untuk menangani sebuah perkara di Jeruk Legi, Cilacap, mengendarai mobil Toyota Calya hitam berpelat R 1927 RF.
Namun, sejak itu ia tak pernah pulang. Tanpa kabar. Hingga akhirnya, sang istri, Nenden, didampingi Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Purwokerto, melaporkan secara resmi ke SPKT Polresta Banyumas pada Selasa (25/11/2025).
Secara paralel, DPC PERADI membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Titik terang pertama muncul seminggu kemudian. Mobil korban ditemukan terparkir rapi dan terkunci di Desa Mekarsari, Kutowinangun, Kebumen, pada Jumat (28/11/2025). Temuan krusial ini menjadi titik balik penyelidikan yang melibatkan koordinasi intensif tiga pihak: Polresta Banyumas, Polresta Cilacap, dan PERADI.
Penyelidikan intensif yang dilakukan kepolisian kemudian mengerucut pada sejumlah nama. Pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB, tim gabungan berhasil mengamankan empat terduga pelaku. Para terduga inilah yang kemudian menunjukkan lokasi pembuangan korban.
“Langkah kami adalah mendukung dan mengapresiasi jajaran Satreskrim Polresta Cilacap dan Banyumas yang mengungkap peristiwa ini. Selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya agar diproses sebagaimana mestinya,” tegas Saleh.
Ia menambahkan, sejumlah perkara yang tengah ditangani almarhum kini menjadi bahan analisis kepolisian. PERADI juga terus mendampingi keluarga, termasuk dalam proses administrasi otopsi.
“PERADI berkomitmen mengawal proses hukum hingga tuntas dan memastikan para pelaku menerima hukuman setimpal,” ujarnya.
Kini, keberadaan Aris Munadi telah diketahui, namun cerita lengkap di balik kematiannya masih misteri yang harus dibongkar. Keluarga, kerabat, dan para teman sejawat di kalangan advokat, terus berharap pihak kepolisian dapat mengungkap tuntas dan membawa keadilan atas penanganan perkara ini.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







