Menangkap Pendar Kegembiraan: Pameran Lukisan “Walking in Grace” Karya Chune

Besari
Suasana kemeriahan acara Pameran Lukisan "Walking in Grace" Karya Chune, yang digelar di Hetero Space Purwokerto, beberapa waktu lalu. (Besari)

Ebeg Mayong Hidupkan Hetero Space Banyumas. Dinding-dinding galeri di Hetero Space Banyumas by Impala Network tampak memancarkan energi yang berbeda selama tiga hari pada 16-18 Januari 2026.

Melalui sapuan kuas yang ekspresif, seniman lokal Chune Ebeg Mayong mempersembahkan pameran tunggal bertajuk “Walking in Grace”, sebuah narasi visual yang merayakan sisi terang kehidupan melalui medium kanvas.

Berbeda dari pameran seni yang kerap terkesan kaku, “Walking in Grace” justru hadir dengan atmosfer yang sangat cair dan penuh sukacita.

Chune, yang dikenal memiliki kedekatan emosional dengan akar budaya lokal, kali ini memilih untuk menonjolkan pesan-pesan kegembiraan sebagai respons atas perjalanan rasa dan perenungannya.

Pameran Lukisan Walking in Grace Karya Chune Ebeg Mayong
Suasana kemeriahan acara Pameran Lukisan “Walking in Grace” Karya Chune, yang digelar di Hetero Space Purwokerto, beberapa waktu lalu. (Besari)

Setiap lukisan yang dipajang seolah menjadi ajakan bagi pengunjung untuk berhenti sejenak dan menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana.

Kehangatan pameran ini terasa sangat personal bagi siapa saja yang melangkah masuk ke ruang pameran antara pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Penggunaan warna-warna yang berani namun tetap harmonis menciptakan dialog antara karya dan penikmatnya. Chune tidak sekadar memamerkan teknik, namun ia membagikan sebuah filosofi tentang bagaimana berjalan dalam rasa syukur (grace) di tengah hiruk-pikuk dunia.

Baca juga  Bupati Banyumas Tekankan 3 Syarat Inovasi ASN: Harus Berdampak, Berkelanjutan, dan Tidak Mandek
Pameran Lukisan Walking in Grace Karya Chune Ebeg Mayong
Suasana kemeriahan acara Pameran Lukisan “Walking in Grace” Karya Chune, yang digelar di Hetero Space Purwokerto, beberapa waktu lalu. (Besari)

Hetero Space Banyumas, sebagai ruang kreatif yang inklusif, terbukti menjadi panggung yang tepat untuk membumikan karya-karya Chune kepada masyarakat luas.

Mulai dari kolektor seni, mahasiswa, hingga masyarakat umum tampak antusias mendalami makna di balik komposisi warna yang disuguhkan.

Kehadiran pameran ini sekaligus mempertegas bahwa seni rupa di Banyumas memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menyampaikan pesan-pesan positif yang menyentuh jiwa.

Bagi mereka yang sempat singgah, “Walking in Grace” meninggalkan jejak kenangan tentang keindahan yang lahir dari ketulusan. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa seni adalah jembatan paling indah untuk merayakan kegembiraan bersama.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!