Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menunjukkan keseriusan dan komitmennya yang tinggi dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.
Sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan lingkungan yang Bersinar (Bersih dari Narkoba), Rutan Banyumas menyelenggarakan tes urine massal bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pada Sabtu (6/12/2025).
Kabar baiknya, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rutan tersebut.
Proses Transparan sebagai Deteksi Dini
Pelaksanaan pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap, di bawah pengawasan ketat oleh petugas kesehatan dan petugas pengamanan Rutan.
Prosedur ini diterapkan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan profesionalisme, transparan, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Langkah tes urine massal ini juga berfungsi sebagai mekanisme deteksi dini yang efektif terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan Rutan.
Lebih dari sekadar pengawasan rutin, tes urine ini merupakan bagian dari pembinaan holistik. Tujuannya adalah untuk membiasakan WBP menjalani gaya hidup sehat dan terbebas dari ketergantungan narkotika.
Pemeriksaan berkala juga memiliki peran krusial dalam mencegah risiko penyelundupan atau peredaran gelap narkoba di area pemasyarakatan. Dengan terus dilakukannya kegiatan semacam ini, Rutan Banyumas berupaya keras menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh negatif yang dapat menghambat proses pembinaan WBP.
Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Ronitua Tambunan, menegaskan bahwa tes urine adalah langkah fundamental dalam menjaga kualitas pembinaan di Rutan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Rutan Kelas IIB Banyumas dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari narkoba serta mendukung terlaksananya pembinaan WBP secara aman dan efektif,” ujarnya.
Tanggapan WBP dan Apresiasi Pimpinan
Pelaksanaan tes urine ini disambut positif, bahkan oleh WBP. Salah satu WBP berinisial FT (27), mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pemeriksaan yang rutin.
“Kami berharap pelaksanaan tes urine ini dapat terus dilakukan secara transparan dan berkelanjutan sehingga lingkungan rutan semakin aman, sehat, dan bebas dari narkoba selama kami menjalani masa pembinaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas yang telah terlibat. Ia menekankan bahwa tes urine bukan hanya sekadar formalitas, melainkan strategi jangka panjang yang berkelanjutan dalam upaya pemberantasan narkoba di Rutan.
“Kami berharap pelaksanaan tes urine ini dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga Rutan Kelas IIB Banyumas tetap bebas dari narkoba serta mendukung terciptanya pembinaan yang aman dan berkualitas bagi seluruh WBP,” ujar dia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Banyumas terus memperkuat komitmennya untuk menjadi lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bermartabat, sejalan dengan semangat pembinaan humanis yang mendukung WBP mencapai perubahan yang lebih baik.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







