SUASANA duka masih dirasakan oleh masyarakat setelah terjadinya bencana tanah longsor yang melanda Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum. Demi misi kemanusiaan, para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara tetap bergerak tanpa henti. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan bantuan logistik tiba ke tangan warga yang mengungsi.
Medan terjal, cuaca tak menentu, hingga jarak pengungsian yang tersebar di lereng dan perbukitan tak menyurutkan langkah mereka. Setiap hari, relawan harus menembus rute berat, bahkan tidak sedikit dari relawan PMI harus berjalan kaki sambil memanggul bantuan, hal ini dilakukan karena kendaraan tidak memungkinkan mencapai titik yang dituju.
Medan Berbahaya Tak Menghalangi Semangat Relawan
Wakil Koordinator Pos Lapangan PMI Banjarnegara, Adhe Benny Araneta, menjelaskan bahwa pendistribusian logistik dilakukan berdasarkan data valid hasil assessment yang telah diverifikasi oleh pos komando.
“Distribusi bantuan selalu mengacu pada data valid. Kami memastikan bantuan yang keluar benar-benar sesuai kebutuhan dasar pengungsi. Untuk mereka yang berada di rumah warga atau titik-titik di luar shelter komunal, kami dorong bantuan bahan makanan mentah untuk pemenuhan kebutuhan beberapa hari ke depan,” katanya.
Adhe menggambarkan bahwa medan menuju beberapa titik pengungsian bukan hanya terjal, tetapi juga jalan tanah yang licin, termasuk adanya longsoran kecil, hingga jalur ekstrem akibat kondisi wilayah.
“Ada titik-titik yang tidak bisa dilewati motor. Kadang kami harus turun, memanggul barang, dan berjalan kaki. Tapi kami terus berupaya dan memastikan semua lokasi tetap terlayani,” katanya.

Distribusi Logistik Berpacu dengan Cuaca
Selain kendala medan, faktor cuaca menjadi tantangan terbesar. Hujan yang turun tiba-tiba membuat jalur yang sebelumnya aman berubah menjadi sangat berbahaya.
“Kami harus lihai membaca cuaca. Kalau hujan turun saat masih di jalur, risiko tanah bergerak kembali sangat tinggi. Tapi tugas ini tetap harus dijalankan karena kebutuhan pengungsi tidak bisa menunggu,” ujar Adhe.
Setiap hari, tim PMI mengirimkan bahan makanan, kebutuhan dasar, air bersih, hingga perlengkapan darurat ke titik-titik pengungsian komunal, pengungsian mandiri di rumah warga, serta pos relawan pendukung. Semua dilakukan di bawah koordinasi satu pintu bersama BNPB untuk memastikan efektivitas.
Data Valid Menjadi Kunci Pelayanan Pengungsi
Humas PMI Banjarnegara, M. Alwan Rifai, menambahkan bahwa pada masa tanggap darurat seperti ini, proses pendataan menjadi sangat penting.
“Sesuai instruksi Bupati, hari ini tim assessment PMI kembali bergerak melakukan validasi data pengungsi. Data valid itu menjadi rujukan seluruh layanan, mulai dari logistik, dapur umum, kesehatan, hingga layanan pendukung lainnya,” katanya.
Alwan menekankan bahwa validasi data harus dilakukan secara cermat dan terpusat agar tidak terjadi tumpang tindih dan semua kebutuhan dapat terpenuhi tepat sasaran.
“Data itu harus terkunci dan satu pintu. Harapan kami, proses validasi dapat selesai dengan cepat sehingga pelayanan maksimal bisa diberikan oleh semua pihak secara terpadu,” katanya.
Cerita Kemanusiaan dari Lapangan
Di banyak lokasi, relawan PMI kerap disambut haru oleh warga yang masih trauma. Banyak pengungsi kehilangan rumah, harta benda, bahkan keluarga. Mereka mengandalkan penuh bantuan yang datang setiap hari.
Ada banyak cerita yang dialami oleh para relawan ini, mulai dari ucapan terima kasih, hingga saran mendapatkan pelukan erat dari pengungsi saat menerima bantuan dari relawan.
Cerita-cerita ini menjadi penguat bagi relawan untuk terus melanjutkan tugasnya, meski dalam kondisi yang sangat berat.
Energi yang Tidak Pernah Padam
Di tengah kepungan bencana, relawan PMI bekerja tanpa memilih waktu. Ada yang bertugas sejak subuh untuk persiapan logistik, ada yang baru kembali ke pos tengah malam setelah memastikan semua titik terpenuhi.
Mereka tidak digaji. Yang menggerakkan adalah panggilan kemanusiaan. “Kami hanya ingin memastikan bahwa setiap pengungsi mendapat haknya. Mereka sudah kehilangan banyak, jangan sampai mereka kehilangan harapan,” katanya.
Harapan untuk Pemulihan Pandanarum
PMI Banjarnegara berharap proses validasi data dan distribusi bantuan bisa berjalan optimal sehingga kebutuhan dasar seluruh pengungsi terpenuhi. Sementara itu, relawan lainnya terus membantu layanan kesehatan, dapur umum, hingga kebutuhan psikosial.
Dengan gotong royong yang terus mengalir dari berbagai pihak, masyarakat berharap Pandanarum dapat pulih dan bangkit setelah diterjang bencana besar.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.





